sumut24.co - Medan
Baca Juga:
Debat kedua Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara pada Rabu, 6 November 2024 yang berlangsung di Santika Dyandra Hotel masih meriah diwarnai dengan gemuruh teriakan dan yel-yel ratusan orang para pendukungnya.
Paslon nomor urut 1 Bobby - Surya terlihat tiba di lokasi debat pada pukul 19.40 WIB yang disusul dengan kedatangan paslon Edy - Hasan sepuluh menit kemudian.
Beberapa pertanyaan yang telah dirumuskan oleh para panelis yaitu dari bidang pemerhati politik, sosial, pemerhati lingkungan serta akademisi dilontarkan moderator setelah melalui tahap pengambilan bola soal oleh masing-masing paslon menjadi bahan bagi mereka untuk saling "menyerang".
Ketika pertanyaan panelis terkait moda transportasi, paslon 2 menyindir tentang macetnya jalan raya Kota Medan akibat pengecoran jalanan sehingga menimbulkan kemacetan dimana-mana.
Paslon 2 juga menghimbau bahwa harus ada keterlibatan pemerintah dalam mewujudkan transportasi ramah lingkungan, koneksi antar kabupaten dan desa, melaksanakan pembangunan jalan di desa terpencil yang dikerjakan sesuai wilayahnya.
Terkait moda transportasi, paslon 1 tak banyak menanggapi kritik yang dilontarkan paslon 2. Mereka malah lebih menjelaskan program pengadaan bus listrik di seluruh wilayah di perkotaan maupun desa. Infrastruktur harus menjadi prioritas utama. Paslon 1 juga mengkritik banyaknya jalan di desa terpencil seperti Nias yang sangat hancur kondisinya.
Terkait tema pertambangan dan potensi sumberdaya alam, paslon 2 menjelaskan program akan menciptakan BLK dan zonasi pertanian, perkebunan dan bidang lainnya serta memanfaatkan potensi desa- desa.
Paslon 1 menimpali dengan kritik kerja bagi provinsi akan maraknya galian C dan tambang di beberapa kabupaten secara liar yangl dibiarkan begitu saja oleh pemerintah provinsi Sumut. Padahal kegiatan liar tersebut berakibat rusaknya jalan raya serta sungai.
Terkait pariwisata Paslon 2 memuji kebijakan Presiden Jokowi atas atensi pengembangan wilayah Danau Toba dan berjanji akan melanjutkan program tersebut bila mereka terpilih menjadi Gubernur Sumut nanti.
Paslon1 oleh Bobby kembali melontarkan pertanyaan menyerang yaitu apa penyebab banyak program pembangunan tidak selesai di masa kepemimpinan Edy Rahmayadi.
Dengan lugas paslon 2 menimpali pertanyaan tersebut tentang akibat jatuh temponya pembayaran hutang provinsi dan serangan pandemi covid yang harus cepat penanganannya oleh pemerintah provinsi. Yang mengakibatkan tertundanya beberapa program pembangunan.
Setelah melalui enam tahap sesi pertanyaan oleh panelis, para paslon masing-masing memberikan
Closing Statement.
Diawali dari paslon nomor 2 yaitu Edy - Hasan. Edy menutup dengan uraian bahwa Sumut termasuk provinsi terbesar kedua yang memiliki potensi di segala bidang. Paslon 2 akan memajukan provinsi Sumut, berjanji akan minta kepada stakeholder agar mau bekerja sama membangun provinsi Sumatera Utara.
Dilanjutkan paslon 1 oleh Bobby Nasution menutup debat kedua dengan sebuah pantun dan narasi yaitu perjalanan kampanye bukan sekedar janji tetapi wujud nyata untuk pembangunan Sumut bagi anak cucu kita.
"Sudah saatnya kita bergerak menjadikan Sumut menjadi provinsi terbaik di Indonesia", ujar Bobby menutup debat. (Red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News