Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
News
Medan – Linimasa media sosial Indonesia kembali dipenuhi perdebatan. Kali ini, sorotan mengarah pada isu LGBTQ setelah munculnya berbagai unggahan yang menanggapi kebijakan pemerintah yang mengategorikan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter. Dalam hitungan jam, tagar, potongan video, hingga opini dari berbagai kalangan memenuhi beranda pengguna dan memunculkan perdebatan yang kian tajam.
Baca Juga:Fenomena seperti ini tentu bukan menjadi hal yang baru. Hampir setiap isu yang berkaitan dengan politik, agama, maupun identitas selalu berkembang menjadi pertarungan narasi di media sosial. Masing-masing kelompok berlomba menyampaikan argumentasi, membangun dukungan, sekaligus memengaruhi cara publik memandang suatu persoalan. Besarnya pengaruh media sosial juga tidak terlepas dari tingginya jumlah penggunanya. Berdasarkan laporan Digital 2025 Indonesia dari DataReportal, Indonesia tercatat memiliki sekitar 143 juta identitas pengguna media sosial. Angka tersebut menjadikan ruang ini sebagai salah satu arena utama publik dalam memperoleh informasi sekaligus membentuk opini terhadap berbagai isu yang sedang berkembang.
Perdebatan mengenai posisi LGBTQ menjadi contoh nyata bagaimana media sosial mampu mengubah sebuah isu menjadi pembicaraan publik. Di satu sisi, terdapat kelompok yang menilai isu tersebut sebagai bagian dari demokrasi yang menjunjung kebebasan ekspresi dan hak asasi manusia sehingga perlu dilindungi. Di sisi lain, tidak sedikit pula yang berpandangan bahwa LGBTQ bertentangan dengan nilai agama, budaya, dan norma sosial yang selama ini dijunjung di Indonesia.
Menurut sosiolog Pierre Bourdieu, kondisi seperti itu menunjukkan adanya konflik simbolik, yaitu pertarungan untuk memengaruhi cara publik memaknai suatu realitas. Artinya, dalam media sosial, pertarungan tidak dilakukan melalui kekuatan fisik, melainkan lewat kata-kata, gambar, video, maupun simbol yang mampu membentuk persepsi. Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Manuel Castells yang menyebut bahwa kekuasaan saat ini tidak lagi hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki sumber daya ekonomi atau politik, tetapi juga oleh pihak yang mampu mengendalikan arus informasi dan membangun narasi yang dipercaya banyak orang.Oleh: Armelia Agustina.
Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
News
Pererat SilahturahmiKajati Aceh dan Kajari Medan Main Bola Kaki Bersama Tim Legend
kota
PGRI Dan Bunda Guru Pasaman Barat Serahkan Bantuan Bagi Korban Galodo
News
Jakarta Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke11 PT Kereta Cepat Indonesia
News
BANDA ACEH Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh, dan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Multimedi
News
MEDAN, SUMUT24.CO DPW Pendawa Sumatera Utara akan menggelar silaturahmi dan perkenalan pengurus pada Minggu (18/10/2026), pukul 14.00 WIB, d
Info
43 Armada Operasional Disalurkan, Bupati Deli Serdang Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
News
KAPOLRI Ditantang Buktikan &ldquoNo Viral No Justice&rdquo, Karyawati 22 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
News
450 Hektare EksHGU Tanjung Siram Disorot, GTRA Paluta Percepat Penanganan Sengketa
News
Peredaran Ganja 30,7 Kg Terungkap, Wabup Madina Dorong Perang Narkoba hingga Modus Vape
News