Danrem 023/KS Iwan Budiarso Sambangi Yonif 123/Rajawali, Prajurit Pulang dari Papua Dapat Pesan Penting
Danrem 023/KS Iwan Budiarso Sambangi Yonif 123/Rajawali, Prajurit Pulang dari Papua Dapat Pesan Penting
News
Medan I Sumut24.CO
Baca Juga:
- Danrem 023/KS Iwan Budiarso Sambangi Yonif 123/Rajawali, Prajurit Pulang dari Papua Dapat Pesan Penting
- Tegas Lawan Narkoba, Wabup Atika Jadi Saksi Pemusnahan 83,96 Kg Ganja dan 185 Gram Sabu di Madina
- Deklarasi Tolak Narkoba! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Minta Dukungan Penuh Masyarakat
DPD Garda Pemuda nasdem kota Medan menyayangkan pernyataan Menag Yaqut Chalil Qaumas yang dituding masyarakat menyamakan suara gonggongan anjing dengan adzan karena itu sangat keterlaluan.
Bendahara DPD GP NasDem Kota Medan, Prasetyo Kartiadi SH menyampaikan kekecewaannya atas pernyataan Yaqut. Menurutnya, tidak seharusnya sebagai seorang menteri agama menyampaikan perumpaan tersebut. Sebab, katanya, pernyataan itu sangat menyakiti hati umat muslim.
“Suara adzan adalah suara panggilan kepada umat muslim untuk beribadah yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Adzan itu lafazh Allah dan hanya syetan yang terganggu mendengar lantunan suara adzan,†ungkapnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda “apabila adzan dikumandangkan maka syetan akan lari terkentut-kentut hingga dia tidak mendengar suara adzan lagiâ€. (HR. Bukhari).
Meskipun (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar menjelaskan Menag Yaqut tidak bermaksud membandingkan suara adzan dan suara anjing karena pimpinannya itu menggunakan kata “misalâ€.
Tapi menurut pria yang akrab disapa Tyo ini, kata kata Thobib hanya pembelaan karena masyarakat awam pun sudah tentu dapat menilai maksud dari Menag yang jelas menyamakan atau membandingkan suara anjing dan suara adzan.
“Suara gonggongan anjing dan suara adzan tidak bisa disandingkan karena tidak “aple to appleâ€. jika Kemenag yang saat ini dipimpin Yaqut ingin mengontrol volume suara adzan, apakah suara gonggongan anjing bisa dilakukan terhadap hal sama dengan membuat pengaturan tentang volume gonggongan suara anjing,†tegasnya.
Menag sudah terlalu sering membuat kontroversi bahkan nyaris offside yang mengakibatkan kegaduhan di masyarakat. “Untuk itu saya mohon Presiden Jokowi menegur bahkan memberikan peringatan kepada Menag untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statemen,†pungkasnya.(red)
Danrem 023/KS Iwan Budiarso Sambangi Yonif 123/Rajawali, Prajurit Pulang dari Papua Dapat Pesan Penting
News
Tegas Lawan Narkoba, Wabup Atika Jadi Saksi Pemusnahan 83,96 Kg Ganja dan 185 Gram Sabu di Madina
News
Deklarasi Tolak Narkoba! Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Minta Dukungan Penuh Masyarakat
News
PMM USU Ajak Siswa SMP Negeri 2 STM Hilir Bereksperimen Dengan Teknologi
News
UNPAB Jajaki Kerja Sama dengan Ditjenpas Sumut, Dekatkan Mahasiswa Ilmu Hukum dengan Praktik Pemasyarakatan
kota
Pengukuhan Pengurus PATRON Periode 2026&ndash2031 Berlangsung Meriah
News
Polri, BNN dan Bea Cukai Ungkap Penyelundupan 1 Ton Narkoba Jenis Ketamin
News
Polda Sumut Sampaikan Himbauan Kamtibmas Kepada Anggota Ormas
kota
Pajero Indonesia One Toba Geopark Chapter Sumut Sambut Anto Genk sebagai Anggota Kehormatan
News
Wali Kota diwakili Asisten Administrasi Umum Setdako menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri ke XII Tahun 2026, di Ponpes Salafiyah Daruss
News