Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan: Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
kota
MEDAN |SUMUT24 Sebagai upaya dukungan peningkatan Danau Toba menjadi Monaco Of Asia, kawasan konservasi hutan dan hutan tanaman industri di kawasan Danau Toba diminta dapat menjadi wilayah ekowisata hutan, Hal tersebut merupakan rekomendasi yang disampaikan oleh anggota DPRD Sumut, Jontoguh Damanik saat digelarnya rapat dengar pendapat (RDP) komisi B DPRD Sumut yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi B Aripay Tambunan, dengan manajemen PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL), Selasa (21/6). Menurut Jantoguh, melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), TPL diminta untuk untuk melakukan pengembangan anggrek hutan sebagai habitat asli tanaman Tapanuli, serta memperbanyak dan memperkaya jenis tanaman hutan yang memiliki khasiat pengobatan. †Kami harap, pengelolaan dana CSR TPL lebih diarahkan pada pembenahan, konservasi hutan, menjadi ekowisata kawasan Danau Toba. Kemudian, PT TPL juga harus mendukung pengembangan habitat tanaman hutan, untuk generasi mendatang.Kalau perlu, TPL membuat lebel nama dari setiap jenis pohon, agar memberikan pengentahuan baru,â€terangnya. Rekomendasi lain, juga disampaikan oleh anggota DPRD Sumut, Jenny Riany Lucia Berutu. Politisi dari partai Demokrat ini pengembangan tersebut lebih mengedepankan pengembangan tanaman endemik asli Tapanuli, yakni kemenyan (Haminjon). Dalam RDP tersebut, hal yang berbeda justru dilontarkan oleh anggota dewan Leonard Samosir. Politisi dari Golkar ini justru merekomendasikan agar dilakukan relokasi operasional, dan kegiatan TPL di Tapanuli. Menurut Leonard, hal itu diakarenakan PT TPL belum banyak memberikan manfaat besar bagi masyarakat Tapanuli. “Gunakan dana CSR untuk mendukung perkembangan da pelestarian kemenyan,â€ujarnya. RDP yang dihadiri oleh Direktur TPL Leonard Hutabarat, Manager Humas Tagor Manik, Humas TPL Chairuddin Pasaribu, Dedy Armaya, M. Reza, Ebenezer Simanullang, juga dihadiri oleh Dinas Kehutanan Sumut, yakni Kabid Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishut Provsu Ir. Lilik Puji Asmono, yang menyampaikan pihkanya memiliki data untuk mendukung distinasi Ekowisata dikawasan Simalungun sektor Aek Nauli. Dari data luasan areal yang dikelola pihak perusahaan, kata Lilik, dinas kehutanan provinsi merekomendasikan destinasi obyek wisata hutan lindung yang berdampingan dengan konsesi TPL. “Bila dikelola melalui dukungan TPL, konsep hutan dengan sistem berkesinambungan akan semakin menguntungkan. Hal ini didukung PT TPL adalah perusahaan yang dikenal memiliki sistem pengelolaan HTI yang baik,â€ujarnya. Sementara itu, Direktur PT TPL Leonard Hutabarat dalam RDP tersebut menyampaikan, sebagai perusahaan PMA, PT TPL menerapkan kebijakan enviroment friendly, dan juga mengutamakan kelestarian kawasan Danau Toba. Langkah pemerintah yang memprioritaskan pembangunan kawasan Danau Toba, kata Leo, sangatlah tepat. Dan dukungan ini sebaiknya tidak hanya bagi TPL saja, siapapun yang berada di lingkaran Danau Toba, harus mendukung program-program yang dicanangkan pemerintah. Sedangkan Manager Humas TPL Tagor Manik dalam kesempatan itu, menyampaikan, untuk mendukung program pemerintah itu, pihaknya telah membangun dan memperbaiki berbagai infrastruktur jalan, Kawasan Pelestarian Plasma Nutfha (KPPN), Sepadan Sungai Sebagai Obyek Wisata. “TPL siap mendukung pengembangannya. Baik destinasi ekowisata maupun dukungan lainnya. Karena kita wajib dan memiliki hak untuk menjaga lahan yang telah dipercayakan pemerintah,†sebut Togar. Dari segi peraturan areal konsesi TPL 188.055 Ha, lanjutnya, dapat dikelola 70 % dari luasan tersebut. Faktanya TPL hanya merencanakan pengelolaan 40 %, dan faktanya sampai 2015 realisasi baru mencapai 26 % (49.000 Ha). Selebihnya dipertahankan, antara lain sebagai kawasan lindung, tanaman kehidupan dan tanaman unggulan sesuai dengan rencana tata ruang PT TPL.(W01)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
- Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan: Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
- “Sepakbola Telah Dicuri dari Rakyat”, Publik Soroti Transparansi Harga Tiket ASEAN U-19 Boys’ Championship 2026
- Sukses Besar, EO Dimensi Cakrawala Indonesia Pandu Gathering Eksklusif Toyota Alphard Executive Luxury Experience di Medan
Bermula dari Antar Teman, Berakhir Mengerikan Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kronologinya
kota
&ldquoSepakbola Telah Dicuri dari Rakyat&rdquo, Publik Soroti Transparansi Harga Tiket ASEAN U19 Boys&rsquo Championship 2026
kota
Medan sumut24.co Event Organizer (EO) kenamaan Dimensi Cakrawala Indonesia, kembali membuktikan kelasnya dalam mengawal eventevent premiu
Ekbis
sumut24.co ASAHAN , Dunia pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Asahan digegerkan dengan tindakan tak terpuji seorang oknum Aparatur Sipil
News
sumut24.co ASAHAN , Menjadikan momen suci Idul Adha 1447 Hijriah sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kepedulian, Dewan Pimpinan Daer
News
sumut24.co ASAHAN, Menyemarakkan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas In
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kembali mengukir prestasi gemilang di bidang tata kelola keuangan daerah. Kabupaten
News
BRI BO Sibuhuan Berikan Tabungan Emas Kepada Pemenang Racing FBI AgenBRILink
kota
Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Amankan Pria Galang Yang Menyimpan Sabu
kota
IPQOH Sumut Berduka Cita Hafizhah Terbaik, Dra. Hj. Nadhirah S.Q Wafat di Mekkah
kota