Poldasu: Tangkap Pelaku Illegal Logging

MEDAN-SUMUT24

Tidak bisa dipungkiri penyebab terjadinya air bah di lokasi wisata air Terjun Dua Warna Sibolangit Sumatera Utara, salah satunya akibat human error (kesalahan manusia).

Maraknya praktik Illegal Logging membuat hutan Sibolangit yang seharusnya dapat menampung debit air dimusim penghujan ini, malah menyebabkan musibah besar. Alam murka dan marah, puluhan mahasiswapun tewas dan menjadi korban keserakahan oknum-oknum tertentu.

Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Poldasu sudah melakukan penyelidikan. Tim Kepolisian sudah menurunkan anggota di sekitar Hutan Sibolangit Kabupaten Deliserdang. “Ada kita selidiki, saat ini kita sedang mengeceknya,” ujar Kasubdit IV Tipidter Poldasu AKBP Robin Simatupang yang dihubungi wartawan via seluler, Rabu (18/5).

Menurut perwira berpangkat dua melati emas ini, jika memang terbukti ada praktik illegal loging, pihak kepolisian akan melakukan tindakan, dan menangkap para pelakunya. “Nanti jika terbukti, akan kita tindak,” ujarnya.

Sebelumnya Plt Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, bencana banjir bandang yang menimpa kawasan Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Sumatera Utara, Minggu petang (15/5), hingga menyebakan 22 mahasiswa hilang, bisa disebabkan adanya illegal logging hutan di dataran tinggi Kabupaten Karo.

“Oleh karena itu, tatkala hujan deras mengguyur tidak ada lagi hambatan pohon yang mengadang air. Saya minta Bupati Tanah Karo untuk memantau illegal logging dan banjir bandang. Saya berharap ada tindakan tegas dari TNI dan Polri atas maraknya ilegal logging di Sumut,” tegas HT Erry Nuradi.

16 Jenazah Bandang Teridentifikasi, 5 Hilang

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumut telah mengidentifikasi 16 jenazah korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna, Sibolangit. Sementara hingga kemarin 5 orang korban masih dilaporkan hilang.

“Sebanyak 16 jenazah yang dievakuasi telah teridentifikasi semuanya. Berdasarkan catatan kita yang masih hilang 5 lagi. Kita berharap segera ditemukan dan akan segera identifikasi lagi,” ujar Wakil Ketua Tim DVI Polda Sumut, Kombes Pol dr Farid Amansyah, Rabu (18/5).

Meski seluruh 16 jenazah telah teridentifikasi, posko antemortem tetap dibuka. “Tim posmortem sementara istirahat, karena belum ada jenazah untuk diidentifikasi,” jelasnya.

Jenazah yang telah diidentifikasi diserahkan ke pihak keluarga. “Kalau tidak salah sekarang yang tersisa satu di kamar jenazah,” ungkapnya. Sementara itu, pencarian 5 orang korban lagi masih terus dilakukan tim SAR gabungan. Namun hingga Maghrib tadi, belum ada kabar penemuan baru atau evakuasi korban lainnya. Nama korban yang berhasil diidentifikasi yakni:

//buat grafis data//

Ini daftar 16 korban yang telah teridentifikasi:

1. Muchlis Alaudin (22), warga Dusun V, Kelurahan Paluh Manan, Hamparan Perak, Deliserdang.
2. Zulhamdi Sakti Wicaksana (22), warga Jalan Matahari IV, Blok VI, Perumnas Helvetia, Medan.
3. Ahmad Al Hakim (21), warga Pasar Sibuhuan, Barumun, Padanglawas (Palas).
4. Siti Nuriada (20), warga Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Glugur Kota, Medan Barat.
5. Ningsi Trivila (20), warga RT 01 Desa Pelompek, Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi.
6. Rizky Juliani (20), warga Huta Bargot Nauli, Mandailing Natal (Madina)

7. Rafki (22), warga Kampung Bukit, Pasir Pangarayan, Rokan Hulu, Riau.
8. M Gusti Dwi Prasetyo (21), warga Jalan Kemuning V, Medan Helvetia.
9. Muhammad Iqbal (21), warga Jalan Matahari 5, Medan Helvetia.
10. Rizki Ayu Zahra Nasution (18), warga Desa Sigalapung, Kuta Raja Tinggi, Padanglawas (Palas).
11.Dwi Hastuti Ningsih (20), warga Jalan Teladan, Medan Kota.
12.Melida Gunung Sari Chaniago (22), warga Pasar Gunung Tua, Padang Bolak, Padang Lawas Utara.
13. Ade Riana Sihombing (21), warga Kota Padangsidimpuan.
14. Gustinaris Diah Pratiwi (17), warga Desa Kedung Salam, Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
15. Wazzah Hajirah (20), warga Dusun II Parsiluman, Desa Bandar Selamat, Aek Kuo, Labuhanatu Utara (Labura).
16. M Riyanto Fandi (25), warga Jalan Pelajar Timur, Gang Mestika, Medan Denai. (W08)