Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
News
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
- Kejuaraan Tenis Meja Antar Pelajar Padangsidimpuan 2026 Digelar, PTMSI Dorong Lahirnya Bibit Atlet Muda
- Dugaan Pungli Rekrutmen Pendamping Desa Asahan : Elite Parpol Terlibat, APH Tindak Tegas Pelaku
Beberapa senior Perguruan Karate Kala Hitam meminta agar Roni Simon mundur dari jabatannya sebagai Pimpinan Yayasan Perguruan Karate Kala Hitam. Mereka menilai, yayasan tersebut sejak ditangani Roni Simon dianggap menyalahi aturan undang-undang. Selain itu, Roni Simon juga telah mengkomersilkan yayasan dengan mematok biaya Rp 1.000.000 dalam penyematan sabuk ke setiap muridnya.
“Jadi Yayasan Perguruan Karate Kala Hitam sebenarnya didirikan oleh Almarhum Kanco Winta Karna. Sejak beliau meninggal, yayasan ini dibubarkan di Tahun 1972 dan yayasan ini tidak lagi terdaftar secara hukum. Kami dapat informasi jika Roni Simon akan membuat akta notaris yayasan. Makanya kami tidak terima hal itu jika benar terjadi. Karena pemilik yayasan itu adalah Kanco Winta Karna,” ujar John Milton Aritonang salah satu senior Perguruan Karate Kala Hitam sejak Tahun 1970 itu.
John mengaku datang dari Surabaya ke Medan hanya untuk meluruskan masalah ini. Menurut John, kalau Roni Simon ingin membuka yayasan silahkan, asal jangan pakai nama Yayasan Perguruan Karate Kala Hitam. John menilai seharusnya nama anak dari Alm Kanco Winta Karna harus di ikut sertakan masuk dalam yayasan, namun faktanya hal itu tidak ada. Karena yang berhak menentukan yayasan tersebut adalah keluarga dari Alm Kanco Winta Karna.
Tak hanya itu, John juga menegaskan jika ijazah yang keluar dari yayasan itu juga tidak sah. Karena yang berhak menandatangani ijazah karate itu adalah Dewan Guru.
“Kita sangat kecewa dengan perlakuan Roni Simon. Selama ini dia sesuka hatinya memecat orang dan menjual sabuk seharga Rp 1.000.000, seharusnya hasil pendapatan dari yayasan 10% itu diberikan ke anak-anak dari Alm Kanco Winta Karna, tapi nyatanya Roni Simon tidak memberikannya. Uda gitu Roni Simon masih di tingkat sabuk kuning DAN III, sesuai undang-undang yang berhak meneken ijazah itu Dewan Guru,” tambah John didampingi senior lainnya seperti Ruslan, Sukamto, Rudi, Riza, dan lainnya.
Terkait hal ini, beberapa pengurus provinsi Perguruan Karate Kala Hitam bentukan Alm Kanco Winta Karna akan menggelar Munas dalam waktu dekat.
“Beberapa pengurus provinsi dari Sumut, Pekanbaru, Batam, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Aceh sepakat untuk menggelar Munas dalam waktu dekat ini. Kami minta Roni Simon untuk tidak ikut campur dalam yayasan perguruan ini. Bila terjadi kami akan melaporkan Roni Simon secara hukum,” tegas John sembari menambahkan atletnya yang juga ikut dalam turnamen kejuaraan juga bisa dilaporkan karena dianggap tidak sah. (W07)
Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
News
Kejuaraan Tenis Meja Antar Pelajar Padangsidimpuan 2026 Digelar, PTMSI Dorong Lahirnya Bibit Atlet Muda
News
sumut24.co ASAHAN, Kabar mencengangkan mengguncang publik Kabupaten Asahan. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan P
News
Dr. Agus Purwanto Mencuat sebagai Kandidat Ketua Umum MD KAHMI Binjai Periode 2026&ndash2031
News
sumut24.co ASAHAN, Alokasi Dana Desa yang seharusnya menjadi penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Asahan, justru
News
RSUD Hamparan Perak Dibangun, Akses Kesehatan Warga Makin Dekat
News
IMTGT Kembali &lsquoMenyala&rsquo, RE Nainggolan Apresiasi Kepemimpinan Bobby Nasution
News
Pemkab Solok Laksanakan Pilwana Serentak di 23 Nagari
News
Pilwana Nagari Kinari Hadirkan Doorprize, Tingkatkan Antusias Masyarakat Gunakan Hak Pilih
News
Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Kerja ke CU Hati Nurani
News