Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
News
Manajer Chelsea, Antonio Conte, dikabarkan tidak dilibatkan ketika klubnya menjual Nemanja Matic ke Manchester United, pada bursa transfer musim panas 2017. Menurut pengamat sepak bola Inggris, James Carragher, hal ini pun dapat memengaruhi masa depan Antonio Conte.
Baca Juga:
- Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
- Kejuaraan Tenis Meja Antar Pelajar Padangsidimpuan 2026 Digelar, PTMSI Dorong Lahirnya Bibit Atlet Muda
- Dugaan Pungli Rekrutmen Pendamping Desa Asahan : Elite Parpol Terlibat, APH Tindak Tegas Pelaku
Gelandang 28 tahun tersebut resmi hengkang dari Stamford Bridge dan melanjutkan kariernya bersama Manchester United pada 30 Juli 2017. Matic ditebus Manchester United dari Chelsea dengan banderol yang diperkirakan mencapai 40 juta poundsterling (Rp 702,69 miliar).
“Jika Anda seorang manajer, mengapa Anda membiarkannya (Nemanja Matic) pergi, khususnya ke klub rival? Namun, mereka (Chelsea) berkata, menjual 45 juta pounds untuk pemain 29 tahun, dan akan mendapatkan pengganti pemain berusia 22 tahun. Kita tidak tahu seberapa bagus Bakayoko, tetapi inilah model bisnis Chelsea,” kata Carragher.
“Kesuksesan mereka adalah mengganti manajer dan mereka akan melakukan hal tersebut dengan manajer seperti Conte. Mereka memecat Mourinho, dan mereka juga memecat Ancelotti. Saya akan sangat terkejut jika dia (Conte) masih berada di sini 12 bulan ke depan,” ia menambahkan.
Pada musim panas 2017, Chelsea merekrut beberapa pemain anyar, antara lain Alvaro Morata, Tiemoue Bakayoko, dan Antonio Rudiger. Menurut media-media Inggris, Chelsea sedang mencari pengganti Nemanja Matic. Gelandang Leicester City, Danny Drinkwater jadi bidikan.
Akan tetapi, hingga saat ini, Chelsea belum memulai negosiasi dengan Leicester. Carragher pun menilai, mandeknya aktivitas bursa transfer The Blues karena sering terjadi perbedaan antara pemilik klub dan manajer, dalam hal ini Roman Abramovich dan Antonio Conte.
“Model bisnis Chelsea sangat kejam. Mereka sedikit seperti Real Madrid. Menurut saya, mereka tidak menghargai nilai seorang manajer, seperti yang klub lain lakukan,” kata Jamie Carragher.
“Mereka tidak takut memecat manajer top atau memecat seseorang setelah 12 bulan, tetapi Anda tidak bisa mengeluh. Semenjak Abramovich datang, menurut saya, mereka berhasil memenangi banyak trofi daripada klub-klub lainnya.”
“Mungkin Conte sedikit frustrasi terhadap hal ini. Dia ingin beberapa pemain baru lagi untuk skuatChelsea. Menurut saya, dia adalah tipe manajer yang tidak akan menerima adanya ikut campur dari orang lain, khususnya dalam hal mencari cara meraih gelar juara,” tuturnya.
Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
News
Kejuaraan Tenis Meja Antar Pelajar Padangsidimpuan 2026 Digelar, PTMSI Dorong Lahirnya Bibit Atlet Muda
News
sumut24.co ASAHAN, Kabar mencengangkan mengguncang publik Kabupaten Asahan. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan P
News
Dr. Agus Purwanto Mencuat sebagai Kandidat Ketua Umum MD KAHMI Binjai Periode 2026&ndash2031
News
sumut24.co ASAHAN, Alokasi Dana Desa yang seharusnya menjadi penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Asahan, justru
News
RSUD Hamparan Perak Dibangun, Akses Kesehatan Warga Makin Dekat
News
IMTGT Kembali &lsquoMenyala&rsquo, RE Nainggolan Apresiasi Kepemimpinan Bobby Nasution
News
Pemkab Solok Laksanakan Pilwana Serentak di 23 Nagari
News
Pilwana Nagari Kinari Hadirkan Doorprize, Tingkatkan Antusias Masyarakat Gunakan Hak Pilih
News
Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, BRI BO Sibuhuan Kunjungan Kerja ke CU Hati Nurani
News