Kamis, 14 Mei 2026

Mengaku 16 Tahun, Yusupha Yaffa Dibawa Milan Kepengadilan

Administrator - Selasa, 19 Januari 2016 12:36 WIB
Mengaku 16 Tahun, Yusupha Yaffa Dibawa Milan Kepengadilan

AC Milan mengambil langkah hukum pada mantan pemainnya bernama Yusupha Yaffa. Dia diajukan ke pengadilan dengan tuduhan memalsukan umur, mengaku 16 padahal sudah 25 tahun.

Baca Juga:

Yusupha Yaffa yang berkebangsaan Gambia datang ke Italia pada tahun 2009 lalu untuk mencari suaka. Empat tahun kemudian dia direkrut AC Milan untuk kelompok umur 16 tahun.

Dia bermain bersama Rossoneri untuk beberapa musim dan menjadi salah satu pemain reguler di Milan U19. Namun belakangan diketahui kalau dia ternyata berumur sembilan tahun lebih tua dari yang diklaim.

Yaffa mengaku lahir pada 31 Desember 1996. Padahal dia sebenarnya kelahiran 14 Februari 1987. Yaffa bisa membohongi kantor imigrasi Italia dan Milan dengan mengatakan kalau surat-surat resmi yang dibawa dari Gambia hilang saat dalam perjalanan ke Italia.

Tapi dia membuat blunder saat mempublikasi tingkat pendidikannya di jejaring sosial. Beberapa orang yang mengenalnya menyebut Yaffa telah memalsukan umurnya di Facebook.

Dari situlah kebohongannya mulai terungkap. Dikutip dari Telegraph, Milan akan membawa Yaffa ke pengadilan dengan tuduhan melakukan tindak penipuan.

Sementara Independent menulis kalau Yaffa sempat juga di penjara pada 2015 lalu atas tuduhan pemerkosaan saat memperkuat Eintracht Frankfurt. Dia kini tercatat sebagai pemain MSV Duisburg di level kedua Liga Jerman.(dtc)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
Resmi Dilantik, Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026–2028 Diharapkan Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Hukum
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
komentar
beritaTerbaru