Senin, 06 Juli 2026

Atlet Senam Sumut Butuh Gizi

Administrator - Kamis, 14 Januari 2016 08:32 WIB
Atlet Senam Sumut Butuh Gizi

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Pesenam Sumatera Utara mengeluah karena selama menjalani Pemusatan latihan (Pelatda) kondisi perlengkapan yang dipakai sangat memprihatinkan. Begitu pula dengan pemenuhan gizi atlet masih belum maksimal.

“Pelatihan Daerah (Pelatda) senam sudah berjalan sejak Desember 2015, namun untuk pudding mudah-mudahan belum ada,” kata Syafrizal di sela latihan, Selasa (12/1) sore di Gedung Persani Sumut, Jalan GM Panggabean Medan.

Untuk pemenuhan gizi, pelatih masih berharap kepada orang tua atlet, padahal latihan keras sudah semestinya dibarengi dengan asupan gizi yang standar. Walau begitu, ia juga memaklumi kondisi keuangan KONI Sumut yang sangat minim.

Selain itu, menurut Syafrisal tidak bisa dipungkiri, prestasi seorang atlet juga tidak terlepas dari sarana dan prasarana latihan yang baik dan SDM yang berkualitas.

“Sejauh ini, untuk sejumlah peralatan memang sudah standar, namun ada beberapa peralatan yang kondisinya kurang standar seperti matras senam lantai dan meja lompat. Apalagi alat ini sudah ada sejak 1993. Kalo yang lain mungkin cuma butuh perbaikan aja,” bebernya.

Sementara, pada Pra PON 2015, Sumut hanya meraih 1 medali perak melalui Tasya Selvia Valentine. Menjelang PON 2016, pelatih fokus pada persiapan atlet yang berpeluang besar meraih medali. Ia mengatakan, atlet yang berpeluang menyumbangkan medali ada pada nomor ritmik putra, Imam Aulia F Hutagalung (Palang Sejajar), Alsendra Doehan (Palang Tunggal) dan Nurdiansyah ( Kuda Pelana).

“Kita belum berani targetkan medali. Persaingan cabor senam di Indonesia sangat ketat. Di Sumatera saja Provinsi seperti Riau, Sumsel, Sumbar dan Jambi sudah mampu bersaing dengan atlet Jawa. Apalagi cerita Jatim dan Jatim, mereka sudah memakai pelatih Korea,” jelas pria yang berprofesi Pegawai Negeri Sipil ini.

Sementara, Pengurus Provinsi Persatuan Senam Indonesia (Persani) Sumut telah menggelar Pelatda, berjalan jelang PON 2016, September mendatang. Untuk sementara, mereka masih dilatih Syafrizal (putra) dan Lusiana Sitanggang (ritmik), sembari menunggu SK dari KONI Sumut.

“Saat ini, kita masih menggelar Pelatda berjalan. Kita masih menunggu Pelatda penuh dari KONI Sumut. Rencannya tanggal 16-17 Januari, akan ada tes fisik dan kesehatan bagi atlet PON Sumut di Universitas Negeri Medan,” tambahnya.

Evaluasi Pra PON lalu, pelatih fokus pada peningkatan fisik atlet. Pelatih tidak bisa memaksa fisik atlet terlalu berat, mengingat atlet senam Sumut terbilang masih berusia muda.

“Materi latihan yang harus ditingkatkan adalah fisik atlet. Kita nilai dari hasil Pra PON kemarin, fisik mereka saya akui masih terbatas,” terangnya.

Atlet yang lolos PON, sejumlah 6, masing-masing 3 putra dan 3 putri yang bermain di nomor ritmik. Mereka adalah Imam Aulia F Hutwgalung (Palang Sejajar), Alsendra Doehan (Palang Tunggal) dan Nurdiansyah ( Kuda Pelana). Sedangkan nomor Ritmik putri, Vany Uriyanti Valentin (pita), Regina Gita Valentin dan Tasya Selvia Valentin ( team Woman). (malaon)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
Dukung Lahirnya Perempuan Muda Berprestasi, Bupati Simalungun dan Ketua TP PKK Hadiri Grand Final Putri Otonomi Indonesia 2026
Soal Tudingan Penganiayaan Terhadap Tersangka SH, Ini Penjelasan Kepala BNNK Deli Serdang
Satres Narkoba Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Vape Ilegal Internasional Disalah Satu Hotel di Medan
Wali Kota bersama Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono dan sejumlah kepala daerah menghadiri Pembukaan Sinode Besar 2026 Gereja GPI
RSUD dr. Djasamen Saragih membuka kembali layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan. Cath Lab merupakan ruang tindakan medis canggih dengan tek
komentar
beritaTerbaru