Rabu, 14 Oktober 2026

Lindungi Siswa dari Kabut Asap, Bupati Madina Saipullah Nasution Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Administrator - Rabu, 14 Oktober 2026 18:40 WIB
Lindungi Siswa dari Kabut Asap, Bupati Madina Saipullah Nasution Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menyetujui pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan siswa dan warga sekolah di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.

Keputusan itu disampaikan Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution setelah memimpin rapat koordinasi penanganan dampak kabut asap di Ruang Kerja Bupati, Kompleks Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Panyabungan, Rabu (14/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Afrizal Nasution, Asisten I Muhammad Sahnan Pasaribu, Asisten III Lismulyadi Nasution, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Koordinasi lintas instansi ini dilakukan untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat menyusul perkembangan kondisi udara dan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan laporan yang dibahas dalam rapat, sebaran asap terdeteksi di wilayah Sumatera Utara dengan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang menunjukkan kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Sementara itu, hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Silangit mencatat jarak pandang berkisar satu hingga empat kilometer.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.

Setelah mendengarkan pemaparan dan masukan dari instansi terkait, Bupati Saipullah Nasution menyetujui pelaksanaan PJJ serta pembagian masker kepada masyarakat melalui BPBD sebagai bagian dari langkah perlindungan terhadap dampak kabut asap.

Saipullah juga mengimbau masyarakat agar mengurangi risiko paparan asap, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, seperti batuk, sesak napas, maupun gangguan pernapasan lainnya, diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Selain langkah perlindungan kesehatan, Bupati meminta seluruh OPD terkait meningkatkan koordinasi dan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.

Informasi mengenai kondisi udara dan langkah penanganan juga harus disampaikan kepada masyarakat secara jelas dan tepat waktu agar warga dapat mengambil tindakan pencegahan tanpa menimbulkan kepanikan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Madina, drg. Muhammad Firdausi Batubara, menyampaikan sejumlah usulan penanganan untuk meminimalkan risiko paparan kabut asap, terutama bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap gangguan kualitas udara.

Masukan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah antisipasi yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, dan penanggulangan bencana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Madina, dr. Muhammad Faisal Situmorang, menjelaskan bahwa pembelajaran jarak jauh akan mulai diterapkan pada Kamis hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya melindungi siswa, guru, dan warga sekolah dari kemungkinan dampak buruk paparan kabut asap.

Meski kegiatan belajar dilakukan dari jarak jauh, Faisal menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan secara ketat agar pelaksanaan PJJ tetap berjalan dengan baik dan siswa tidak kehilangan kesempatan untuk mengikuti proses pembelajaran.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berharap langkah antisipatif tersebut dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya kondusif.

Pemantauan kondisi udara dan koordinasi lintas instansi akan terus menjadi bagian penting dalam menentukan langkah lanjutan sesuai perkembangan situasi di lapangan.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Disdik Padangsidimpuan Keluarkan 9 Instruksi Hadapi Kabut Asap, Sekolah Diminta Waspada
komentar
beritaTerbaru