sumut24.co -BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau
Inalum memperkuat agenda keberlanjutan melalui inovasi di sektor lingkungan dan sosial.
Baca Juga:
Hasil itu terlihat dari tercermin torehan dengan delapan penghargaan yang diraih PLTA
Inalum dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (
ENSIA)
2026 di Bali.Dari delapan penghargaan itu, empat meraih predikat Platinum, yakni kategori Penurunan Emisi, Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air, Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3, serta Pengelolaan Sampah.
Selain itu, PLTA
Inalum juga meraih tiga predikat Silver untuk kategori Efisiensi Energi, Keanekaragaman Hayati, dan Inovasi Sosial.
Penghargaan lainnya diraih melalui kategori Booth Inovasi
ENSIA 2026.
Kepala Grup Layanan Strategis
Inalum, Daniel Hutauruk menyebut, capaian itu merupakan hasil dari upaya perusahaan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam kegiatan operasional."
Penghargaan ini bukan hanya capaian, tetapi juga refleksi bahwa pengelolaan lingkungan harus menjadi bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis,"kata Daniel, diterima Sumut24.co, Rabu (23/9/
2026).
Daniel,
Inalum terus mendorong inovasi agar kegiatan operasional semakin efisien dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Penghargaan ENSIA 2026 memperlihatkan program keberlanjutan PLTA
Inalum diarahkan tidak sebatas memenuhi kewajiban kepatuhan lingkungan. Perusahaan juga mengembangkan inovasi yang terhubung langsung dengan kegiatan operasional.
Sejumlah inisiatif difokuskan pada optimalisasi penggunaan sumber daya, penurunan emisi, efisiensi air, pengelolaan limbah, hingga perlindungan kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasi."Empat predikat Platinum menjadi capaian utama di bidang lingkungan.
Penghargaan ini mencakup upaya menekan emisi, meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi beban pencemaran, serta mengelola dan memanfaatkan limbah B3 dan sampah,"jelasnya.
Di sisi lain, penghargaan pada kategori Keanekaragaman Hayati dan Inovasi Sosial memperlihatkan perluasan agenda keberlanjutan ke aspek ekologi dan masyarakat.Selain program di lapangan,
Inalum juga mendapat pengakuan melalui Booth Inovasi
ENSIA 2026.
Penghargaan ini menyoroti kemampuan perusahaan dalam mengomunikasikan inovasi lingkungan dan sosial sebagai bagian dari transformasi keberlanjutan perusahaan.
Daniel menegaskan, inovasi yang dikembangkan tidak diarahkan hanya untuk menjawab persoalan operasional jangka pendek.
"Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang lahir dari operasional PLTA tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi perbaikan berkelanjutan di masa depan,"ungkap Daniel.Dijelaskan,
ENSIA merupakan ajang penghargaan nasional yang diselenggarakan PT Sucofindo (Persero) untuk mengapresiasi pelaku usaha dan inovator atas inovasi di bidang lingkungan, sosial, dan keberlanjutan bisnis.
"Bagi
Inalum, capaian di
ENSIA 2026 menjadi pijakan untuk melanjutkan pengembangan praktik bisnis yang lebih efisien dan bertanggung jawab, sejalan dengan upaya memperkuat daya saing industri aluminium nasional,"paparnya.Berikut penghargaan PLTA
Inalum di
ENSIA 2026.
Predikat Platinum, Penurunan Emisi
Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air, Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3
Pengelolaan Sampah.
Predikat Silver, Efisiensi Energi
Keanekaragaman Hayati
Inovasi Sosial dan terakhir Pemenang Booth Inovasi
ENSIA 2026.(Jo)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News