Senin, 14 September 2026

Puluhan Siswa MTsN 2 Asahan Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 13 Orang Dirawat Intensif

Administrator - Senin, 14 September 2026 18:18 WIB
Puluhan Siswa MTsN 2 Asahan Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, 13 Orang Dirawat Intensif
Sumut24.co
sumut24.co -ASAHAN, Suasana cemas menyelimuti lingkungan pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Asahan, Senin (14/9/2026). Puluhan siswa-siswi MTs Negeri 2 Asahan dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Asahan.

Baca Juga:
Insiden mengkhawatirkan ini bermula setelah para siswa menyantap menu makan siang berisi nasi, ayam rendang, tempe sambal, dan acar timun yang dibagikan pihak sekolah sekitar pukul 11.30 Wib. Tak lama berselang, sejumlah pelajar mulai mengeluhkan gejala pusing, mual berulang, nyeri perut, hingga sesak napas.


Data sementara mencatat sekitar 30 siswa terdampak. Dari jumlah tersebut, 13 siswa harus menjalani perawatan intensif di RSUD H. Abdul Manan Simatupang (HAMS) Asahan. Sementara belasan lainnya dilarikan ke RS Wirahusada serta Klinik Rumkitban 01.08.01 Kisaran untuk pemantauan lebih lanjut.

Staf Tata Usaha MTsN 2 Asahan, Rahmat Setiadi, menceritakan kecurigaan muncul saat guru piket mendeteksi aroma tidak sedap pada makanan yang disajikan. "Beberapa guru yang ikut makan langsung melapor karena mencium bau yang kurang wajar. Begitu laporan masuk, Kepala Madrasah segera mengumumkan lewat pengeras suara agar makanan dihentikan konsumsinya," ungkap Rahmat didampingi guru guru MTsN 2 Asahan di lokasi rumah sakit.


Ia juga membenarkan bahwa pasokan makanan tersebut berasal dari dapur pengelola yang terhubung dengan pihak Polres Asahan. "Kalau tidak salah, dapur-dapur pengelola MBG ini dari pihak Polres Asahan," ujarnya. Selama hampir satu tahun program ini berjalan aman di sekolahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD HAMS Asahan , dr. Eka Wilda Sari, membenarkan pihaknya menerima dan merawat 13 siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut.

"Kita rawat inap untuk observasi ketat agar kondisi mereka terpantau baik. Namun, saya belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebabnya sebagai keracunan makanan, masih dalam tahap dugaan," jelasnya.

Mengenai pemeriksaan sampel makanan, dr. Eka menyatakan hal tersebut berada di luar lingkup kewenangannya dan akan diserahkan kepada pihak berwenang terkait.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi ke 13 siswa yang dirawat dilaporkan masih dalam perawatan. Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan mendalam guna memastikan penyebab pasti dan keamanan pasokan makanan yang didistribusikan. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
833 Siswa Paluta Dapat Bantuan Pendidikan, Bupati Reski Basyah: Jangan Ada yang Putus Sekolah
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
Rektor UNIMED Kukuhkan Mahasiswa Baru Angkatan 2026 Dalam PKKMB Tahun Akademik 2026/2027
Sisa Makanan Berubah Jadi Pakan Ternak, Inovasi KKN UGM di Asahan Raih Apresiasi Wakil Bupati
USU Pecat Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual
Gerakan Aksi Bergizi Digelar di Sekolah Asahan, Langkah Nyata Putus Mata Rantai Stunting Sejak Dini
komentar
beritaTerbaru