MEDAN — Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Aceh membuat publik menyoroti kepemimpinan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo.
Baca Juga:
Gangguan kelistrikan yang terjadi sejak Jumat malam (22/5/2026) itu menyebabkan jutaan pelanggan terdampak. PLN menyebut gangguan dipicu masalah pada sistem transmisi 275 kV di wilayah Jambi yang diduga dipengaruhi cuaca buruk.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian masyarakat juga tertuju pada laporan harta kekayaan Darmawan. Berdasarkan data LHKPN, kekayaan Dirut PLN itu mencapai Rp110.072.697.106 atau sekitar Rp110 miliar. Jumlah tersebut naik sekitar Rp5 miliar dibanding laporan periodik 2024 yang tercatat sebesar Rp104.422.909.444.
Darmawan sendiri diketahui telah menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak tahun 2021. Selama memimpin perusahaan listrik negara itu, ia beberapa kali menjadi sorotan terkait gangguan kelistrikan di berbagai daerah, termasuk pemadaman massal di Sumatera.
Dalam konferensi pers, Darmawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas blackout yang terjadi di Pulau Sumatera.
"Kami ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Sumatera," ujar Darmawan.
PLN mengklaim proses pemulihan sistem terus dilakukan secara bertahap. Namun hingga Sabtu siang, jutaan pelanggan dilaporkan masih terdampak pemadaman listrik. Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News