Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
News
Baca Juga:
Oleh: Abdullah Rasyid
*Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN
Sabtu, 16 Mei 2026 kemarin, merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Dalam kurun waktu tujuh bulan, pemerintah berhasil meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Capaian ini layak dicatat bukan hanya sebagai angka administratif, melainkan sebagai penanda adanya ikhtiar serius untuk menempatkan desa dan kelurahan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat.
Koperasi ini diharapkan menjadi ruang baru bagi masyarakat desa untuk membangun kekuatan ekonominya sendiri. Selama ini, banyak persoalan dasar yang terus dihadapi warga desa: petani kesulitan memasarkan hasil panen, akses terhadap pupuk subsidi tidak selalu mudah, kebutuhan pokok masih sering dibeli dengan harga yang tidak menguntungkan rakyat kecil, dan sebagian masyarakat terjebak pada pembiayaan yang memberatkan. Dalam konteks itulah, KDKMP hadir membawa harapan untuk menjawab kebutuhan yang paling nyata dan paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Narasi yang dibawa oleh KDKMP memang sangat kuat. Tidak akan ada lagi petani yang bingung memasarkan hasil panennya. Tidak akan ada lagi petani yang kesulitan memperoleh pupuk subsidi. Tidak akan ada lagi masyarakat kecil yang terjerat utang kredit yang mencekik. Melalui koperasi ini, desa dan kelurahan diharapkan memiliki instrumen ekonomi yang lebih dekat, lebih terjangkau, dan lebih berpihak kepada rakyat.
Lebih dari itu, KDKMP juga dirancang untuk menghadirkan layanan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Penjualan sembako murah, penyaluran pupuk subsidi, bantuan pemerintah, penyediaan kredit murah bagi masyarakat, penyerapan hasil panen petani, hingga layanan logistik yang bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, semuanya menunjukkan bahwa koperasi ini tidak dimaksudkan sebagai lembaga yang pasif. Ia ingin menjadi simpul ekonomi yang hidup dan bergerak bersama warga.
Gagasan besar ini tentu patut diapresiasi. Dalam banyak hal, KDKMP mencerminkan semangat baru untuk membangun ekonomi dari bawah, bukan semata dari pusat. Ia mengajak kita melihat desa bukan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek yang memiliki daya, potensi, dan kekuatan untuk tumbuh. Dengan KDKMP, kita ingin meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus selalu bertumpu di kota besar. Desa pun bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi yang nyata.
Keyakinan itu penting, sebab pembangunan yang sehat selalu berangkat dari rasa percaya diri kolektif. Jika desa memiliki lembaga ekonomi yang kuat, maka desa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pihak luar. Ia bisa berdiri lebih tegak, lebih mandiri, dan lebih berdaulat dalam menentukan arah kesejahteraannya sendiri. Di sinilah KDKMP menjadi penting, bukan hanya sebagai program, tetapi sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat.
Namun demikian, harapan besar ini tetap perlu dijaga dengan kesungguhan dalam pelaksanaan. Program sebesar KDKMP akan benar-benar bermakna jika dikelola dengan profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat. Koperasi tidak boleh berhenti pada seremoni peresmian. Ia harus hidup dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, melayani anggota, memperkuat petani, mendukung UMKM, dan memberi manfaat langsung bagi warga desa dan kelurahan.
Karena itu, yang paling penting bukan hanya jumlah koperasi yang telah diresmikan, tetapi juga kualitas kelembagaan dan keberlanjutan usahanya. KDKMP harus tumbuh dari potensi lokal, dikelola oleh orang-orang yang amanah, dan didukung dengan pembinaan yang memadai. Tanpa itu, cita-cita besar yang dibangun hari ini berisiko tidak bertahan lama.
Pada akhirnya, KDKMP adalah ikhtiar bersama untuk membangun ekonomi yang lebih adil dan lebih membumi. Ekonomi kita memang harus dibangun atas dasar kekeluargaan: yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin, pengusaha kuat, koperasi kuat, dan UMKM kuat. Inilah arah yang ingin kita bangun bersama. Sebuah ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menumbuhkan.
Jika dijaga dengan baik, KDKMP bisa menjadi jalan untuk menyalakan harapan baru dari desa. Dari desa, kita membangun kekuatan. Dari koperasi, kita meneguhkan kemandirian. Dan dari semangat bersama, kita menata masa depan Indonesia yang lebih sejahtera.rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
News
Gubernur Sumbar Salurkan Bantuan Perikanan di Koto Sani Kabuiaten Solok
News
Pemko Medan, Pelindo dan DP World Siapkan Pembangunan SMP Negeri di Belawan
News
15.011 Rumah Dibedah di Sumut, Pemprov Dikejar Target Realisasi 2026
News
Ekonomi Sumut Tumbuh 5,06, Ketimpangan Antarwilayah Masih Jadi PR Bobby
News
Perangi Peredaran Narkoba, Polres Padangsidimpuan Gerebek Kawasan SilayangLayang, 4 Positif Narkotika
News
Medan sumut24.co Pemko Medan, Pelindo, bersama DP World menyiapkan pembangunan gedung sekolah menengah pertama (SMP) negeri baru di Belawa
kota
Medan sumut24.co Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC AWI) Kota Medan, Budi H Sormin menyampaikan ucapan selamat da
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Kehadiran Rumah Sakit (RS) Abdul Jalil Meliala di Kota Tanjungbalai diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan p
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mengikuti sosialisasi pelayanan clearance pejabat Badan Usaha Milik Daerah (B
News