Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
Baca Juga:
Soft launching dilaksanakan di Mini Theatre Museum Daerah Sumatera Utara, Kamis (23/4/2026), dengan menghadirkan sejumlah pakar, pejabat pemerintah, stakeholders, dan media. Juga hadir para mitra strategis untuk mengikat kesepahaman dan rencana kolaborasi kegiatan di masa mendatang melalui penandatanganan MoU.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumut, Yuda P. Setiawan, yang diwakili Sekretaris Disbudpar, Ibnu Akbar, memberikan kata sambutan sekaligus membuka secara resmi acara launching dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya, Kadis menekankan pentingnya perubahan arah pengelolaan kawasan Kaldera Toba dari sekadar destinasi danau menjadi tujuan wisata berbasis geopark. "Dalam hal ini, maka isu-isu pariwisata berkelanjutan, konservasi, dan edukasi, menjadi perhatian pokok kita. Semua pihak perlu memahami bahwa pekerjaan ini memerlukan keterlibatan yang luas, terutama masyarakat kawasan. Dengan demikian, pariwisata tidak hanya lagi sekadar dipandang sebagai usaha mendatangkan kunjungan sebanyak-banyaknya, tapi juga mencakup usaha-usaha di bidang konservasi budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat," kata Yudha.
Kegiatan soft launching ini diboboti dengan sesi focus group discussion (FGD) dengan menghadirkan dua narasumber kunci, yaitu M. Armand Effendy Pohan (Perencana Ahli Utama Bapperida Provinsi Sumut), dan Budi Sinulingga (Dewan Pakar BP TC-UGGp). Keduanya memberikan pandangan tentang dua isu utama, yaitu menguatkan integrasi pengelolaan geopark melalui regulasi, serta vitalisasi kelembagaan dengan cara re-organisasi atau perubahan nomenklatur yang disesuaikan dengan misi dan tujuan geopark.
Sekitar 50-an peserta yang diundang secara terseleksi pada acara ini mengikuti isu-isu geopark terkini dengan berbagai tantangannya. Hadir juga memberikan pandangan dan tanggapan secara daring, penasihat Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Farid Mohamad, dan pengurus Lenggong Geopark Perak, Malaysia, Encik Azzam.
Main event Geofest 2026 akan dilaksanakan di Toba Caldera pada tanggal 1-5 Juli 2026, dengan rangkaian acara meliputi aksi konservasi, geo-tour, geo-product exhibition, seminar internasional, pertunjukan budaya, dan diskusi Jaringan Geopark Indonesia.
Diperkirakan, sekitar 200 peserta yang terdiri dari para ahli geologi, manajemen dari berbagai geopark internasional, aktivis lingkungan, aktivis sosial, dan unsur pemerintahan, akan mengikuti program ini dalam rangka menemukan solusi dan cara-cara pengelolaan yang lebih terintegrasi secara internasional dalam memelihara dan memanfaatkan kekayaan geopark dunia untuk kesejahteraan manusia.rel
Polrestabes Medan Gulung 5 Sindikat Curanmor 2 Diantaranya Diberi Tindakan Tegas Terukur
News
Polsek Medan Kota Tangkap 2 Residivis Curanmor saat Beraksi di Jalan Air Bersih Medan.
News
Pengedar Narkoba di PatumbakDiciduk Satres Narkoba Polrestabes Medan
News
PAPBD 2026 Paluta Resmi Disahkan, Basri Harahap Janji Percepat Pelaksanaan Program
News
Cegah Korupsi dari Hulu, Bersama Gubsu Bobby Nasution Bupati Paluta Reski Basyah Ikut Teken Komitmen Tata Kelola Anggaran
News
Teken Komitmen di Hadapan KPK, Bupati Madina Saipullah Nasution dan DPRD Erwin Efendi Lubis Didorong Benahi Tata Kelola
News
78 Mahasiswa Palas Dapat Beasiswa SDMPKS 2026, Wabup Achmad Fauzan Nasution Ini Peluang Emas
News
IKANAS Sumut Gelar Maulid Nabi 1448 H Sekaligus Rayakan HUT ke63 Erwan Rosadi Nasution
News
MEDAN Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas
Wisata
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan membuat jus sehat. Pelatihan ini berl
News