Sergai |sumut24.co -
Baca Juga:
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Serdang Bedagai (
Sergai) terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 23.000 penerima manfaat dari kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Hal tersebut disampaikan Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sergai, Nurhasanah Ritonga, saat menerima kunjungan kerja tim BKKBN Sumatera Utara bersama Dinas P2KBP3A Sergai di dapur SPPG Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Rabu (15/4/2026).
Nurhasanah menjelaskan, total 23.000 penerima manfaat tersebut dilayani melalui 63 dapur SPPG yang telah beroperasi di Sergai. Rinciannya, sebanyak 17.000 merupakan balita, 3.800 ibu menyusui, dan sekitar 2.700 ibu hamil.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, Fatmawati, yang melakukan kunjungan kerja dalam rangka silaturahmi sekaligus peninjauan langsung pelaksanaan program, menegaskan pentingnya memastikan tata kelola dan kesiapan sarana prasarana pendukung di lapangan.
"Kunjungan ini tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana tata laksana program serta kesiapan fasilitas yang mendukung," ujar Fatmawati.
Ia menyebutkan, BKKBN mendapat amanah dari kementerian untuk melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya bagi kelompok 3B. Menurutnya, pemenuhan gizi pada ibu hamil menjadi aspek krusial dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
"Jika ingin mencegah stunting, distribusi asupan gizi harus dikawal sejak awal, bahkan hingga anak berusia dua tahun. Namun, balita hingga usia lima tahun juga harus tetap mendapatkan asupan gizi yang baik," jelasnya.
Fatmawati menambahkan, program pemenuhan gizi bagi kelompok 3B merupakan langkah strategis dalam menekan angka stunting, mengingat salah satu penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis.
"Jika ibu hamil dan menyusui mendapatkan asupan gizi seimbang setiap hari, maka kondisi gizi akan membaik dan potensi stunting dapat ditekan sejak awal," ungkapnya.
Ia juga menyoroti pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) serta kehadiran SPPG di berbagai daerah sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat upaya pencegahan stunting.
"Kami ingin memastikan data yang disalurkan BGN sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga pelaksanaan program benar-benar tepat sasaran," tegas Fatmawati.
Kunjungan tersebut turut disambut Kepala SPPG Pantai Cermin Kanan Ahmad Taufik Rajali Nur, Kepala Dinas P2KBP3A Sergai dr. Helmi Nur Iskandar, Camat Pantai Cermin, relawan SPPG, serta para kader.
Di kesempatan yang sama, dr. Helmi Nur Iskandar menyampaikan bahwa saat ini terdapat 63 SPPG yang telah beroperasi di 17 kecamatan di Sergai. Ia mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dengan BGN dalam upaya penanganan stunting.
"Alhamdulillah, melalui kolaborasi dengan Korwil BGN Sergai dan dapur SPPG di setiap kecamatan, laporan penanganan stunting berjalan baik. Bahkan sebagian penerima manfaat menunjukkan peningkatan berat dan tinggi badan," ujarnya.
Ia berharap program MBG dapat terus diperluas jangkauannya sehingga seluruh kelompok 3B serta anak-anak yang mengalami stunting di Sergai dapat terlayani secara optimal.
"Koordinasi antara dapur SPPG dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai berjalan dengan baik. Kami akan terus bersinergi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," tutupnya. (Fani)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News