sumut24.co -ASAHAN, Dalam upaya memperkuat daya saing produk kerajinan daerah, BPD ASEPHI Sumatera Utara menyelenggarakan sosialisasi dan seminar persiapan menuju The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Aula PLUT UMKM Provinsi Sumut.
Baca Juga:
Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi para pengrajin dan UMKM untuk memahami arah kurasi, standar kualitas, serta strategi promosi yang dibutuhkan agar dapat lolos seleksi pada pameran kerajinan terbesar di Indonesia tersebut.Acara ini dihadiri oleh pengrajin, perwakilan
Dekranasda Provinsi Sumut, serta delegasi kabupaten/kota, termasuk
Ketua Dekranasda Kabupaten
Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik.
Dalam tanggapannya, beliau menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan dari Pemerintah Provinsi. "Kami siap mempersiapkan UMKM terbaik dari
Asahan. Kunci bersaing di INACRAFT adalah kreativitas, kualitas, dan ciri khas budaya daerah," ujar Yusnila.Beliau menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan pengrajin
Asahan untuk meningkatkan kreativitas, memperkuat karakter lokal, dan menghasilkan produk yang lebih inovatif dan bernilai jual tinggi.
Yusnila berharap para pengrajin terus melakukan pembaruan desain, memperbaiki kemasan, serta menjaga konsistensi kualitas agar dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Sementara itu, Kepala Dinas Kopdagin Kabupaten
Asahan, Sofian Manullang, S.Sos., menyampaikan bahwa Pemkab
Asahan siap memberikan pendampingan legalitas bagi UMKM, mulai dari sertifikasi Halal, NIB, hingga HAKI.
Dengan persiapan sejak akhir 2025 dan kolaborasi lintas pihak, BPD ASEPHI Sumut optimis Sumatera Utara dapat menampilkan karya unggulan pada INACRAFT 2026 dan membuka peluang lebih luas menuju pasar ekspor. (dre)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News