Baca Juga:
Jakarta – Tokoh Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, angkat bicara terkait polemik dugaan keabsahan ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyarankan agar Gibran mempertimbangkan langkah mundur demi menghindari konflik politik yang bisa berlarut-larut.
"Kalau betul-betul ada bukti ijazah SMA-nya palsu, ini menjadi skandal politik. Kalau ijazah tidak sesuai syarat maju sebagai Capres-Cawapres, lebih bagus mundur sebelum rakyat marah memundurkannya," ujar Din Syamsuddin saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2025).
Din menegaskan, masalah ini bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi menyangkut integritas kepemimpinan nasional. Ia juga menyoroti kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat proses pencalonan presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.
Menurutnya, jika benar terbukti ada kelalaian atau kesengajaan dalam verifikasi berkas pencalonan, maka KPU harus bertanggung jawab. "Apalagi jika terbukti KPU ingin bermain-main. Katanya kalau KPU telat meralat akan di-Nepalkan (rusuh). Saya tidak begitu paham. Tapi jangan bermain-main dengan isu kejujuran," pungkasnya.
Din mengingatkan, kejujuran adalah fondasi utama demokrasi. Jika masalah ini tidak ditangani dengan serius, ia khawatir akan memicu gejolak besar di masyarakat.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News