Rabu, 14 Januari 2026

Orangutan Tapanuli Terancam Punah. Wabup Tapsel Ja'far : Ada Empat Pembangunan Koridor Satwa Jadi Solusi

Administrator - Kamis, 11 September 2025 09:42 WIB
Orangutan Tapanuli Terancam Punah. Wabup Tapsel Ja'far : Ada Empat Pembangunan Koridor Satwa Jadi Solusi
Istimewa
sumut24.co -Tapsel, Ekosistem Batang Toru, habitat asli Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) yang dikenal sebagai spesies kera besar paling langka di dunia, kembali menjadi sorotan.

Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar konsultasi publik hasil studi kelayakan pembangunan koridor ekosistem Batang Toru di Aula Kantor Bappeda Tapsel, Selasa (9/9/2025).

Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Tapsel, H. Ja'far Syahbuddin Ritonga, mewakili Bupati. Ia menegaskan bahwa pembangunan empat koridor satwa di Batang Toru merupakan langkah nyata untuk menyelamatkan satwa kunci, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

"Ekosistem Batang Toru adalah hutan tropis yang sangat vital, bukan hanya bagi satwa langka, tetapi juga sebagai sumber air bersih yang menopang kehidupan masyarakat dari hulu hingga hilir," ujar Ja'far.

*Empat Koridor Satwa untuk Menyelamatkan Keanekaragaman Hayati*

Menurut hasil kajian, sudah dirancang empat koridor utama: Koridor Hutaimbaru, Bulu Mario, Silima-lima, dan Aek Malakkut.

Koridor ini berfungsi menghubungkan blok-blok hutan yang terpisah, sehingga satwa seperti Orangutan Tapanuli, Harimau Sumatera, Beruang Madu, hingga Rangkong tetap bisa bergerak bebas dan melakukan pertukaran genetik.

Selain menjaga populasi satwa tetap sehat, pembangunan koridor juga diproyeksikan dapat mengurangi konflik manusia dengan satwa liar serta memberikan ruang bagi keterlibatan masyarakat dalam pelestarian alam.

Langkah ini juga sejalan dengan Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025–2045, yang menekankan pentingnya pembangunan koridor hidup liar sebagai strategi utama menjaga biodiversitas.

Program pembangunan koridor ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Sejak 2022, Konservasi Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Tapsel telah menjalankan kajian teknis bersama tim ahli dari BRIN, BBKSDA Sumut, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), dan Sumatera Rainforest Institute (SRI).

Oleh karenanya, Direktur Program Sundaland, Jeri Imansyah, menekankan pentingnya kolaborasi ini.

"Melalui kerja sama lintas sektor, manfaat yang dirasakan tidak hanya bagi ekosistem, tetapi juga masyarakat. Inilah contoh nyata ekonomi hijau yang selaras dengan pembangunan berkelanjutan," jelasnya.

*Batang Toru: Jantung Hijau Sumatera Utara*

Ekosistem Batang Toru terbagi dalam tiga blok utama: Timur, Barat, dan Sibual-buali. Kawasan ini sering dijuluki sebagai jantung hijau Sumatera Utara karena menjadi penyangga kehidupan sekaligus habitat satu-satunya Orangutan Tapanuli, spesies kera besar yang baru diidentifikasi pada 2017 dengan populasi kurang dari 800 individu.

Melestarikan Batang Toru berarti menjaga reputasi Indonesia di mata dunia dalam hal konservasi satwa langka.

Hasil rekomendasi dari konsultasi publik ini diharapkan memperkuat komitmen nasional menuju Indonesia Emas 2045, selaras dengan target pembangunan berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekda Tapsel Sofyan Adil, Kepala Bappeda, Kadis Lingkungan Hidup, para camat dan kades, akademisi, LSM, hingga komunitas lokal yang ikut berpartisipasi aktif.(zal)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pesan Presiden RI saat Tahun Baru di Pengungsian Bareng Masyarakat Tapanuli Selatan, Prabowo : Kita Gotong Royong, Jaga dan Hormati Alam
Jelang Pergantian Tahun di Lokasi Bencana, Warga Tapanuli Selatan Berlarian Ceria Sambut Prabowo
Tutup Tahun di Lokasi Bencana, Prabowo Cek Langsung Jembatan Sungai Garoga Pastikan Akses Tapteng–Tapsel Pulih
Dugaan Biang Kerok Banjir Bandang Tapsel Hingga Garap Lahan di Luar Konsesi dan Goyangan Polemik PTAR di Jawab Katarina
Gerak Cepat Pemerintah Atasi Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
Kades Anggoli bersama TNI dan Warga Telusuri Hulu Sungai Aek Nahombar, Fakta Lapangan Bantah Isu Banjir Akibat PT TBS di Tapanuli Selatan
komentar
beritaTerbaru