GEMA PENA : Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Baca Juga:
Banda Aceh|Sumut24.co
Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Mitigasi Risiko Generative AI dalam Pendidikan: Etika dan Pencegahan Penipuan Akademik".
Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SMA Labschool Unsyiah, Banda Aceh, Sabtu (9/8).
Adapun PKM digelar sebagai respons langsung atas meningkatnya penggunaan teknologi Generative AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot oleh kalangan pelajar.
Meski dinilai bermanfaat dalam mendukung proses belajar, teknologi ini juga menghadirkan risiko penyalahgunaan, seperti plagiarisme otomatis, pembuatan tugas oleh mesin, hingga penurunan kualitas proses belajar akibat ketergantungan.
"Pelajar saat ini tidak hanya perlu tahu cara menggunakan teknologi AI, tapi juga harus paham batas etis penggunaannya. Inilah yang kami coba tanamkan lewat kegiatan ini," ujar Dr. Amalia, S.T., M.T., Ketua Pelaksana kegiatan dari USU.
Kegiatan berjalan dengan difasilitasi oleh tim dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari kedua institusi. Dari Universitas Sumatera Utara, hadir Dr. Maya Silvi Lydia, B.Sc., M.Sc., Prof. Dr. Romi Fadillah Rahmat, B.Comp.Sc., M.Sc., Mohammad Fadly Syah Putra, M.Sc., dan Dr. Pauzi Ibrahim Nainggolan, S.Komp., M.Sc.
Sementara dari Universitas Syiah Kuala, pelatihan diisi oleh Dr. Ir. Melinda, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., serta Prof. Dr. Ir. Roslidar, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng.
Tenaga kependidikan Syahraini Syahril, A.Md. turut mendukung jalannya kegiatan, bersama mahasiswa pelaksana: Wilbert Neilson Sachio, Frederick Godiva, Vanessa Audrie Tanaka, dan Ivanny Putri Marianto.
Dalam pelatihan, siswa diajak mengenali manfaat dan potensi penyimpangan dalam penggunaan AI, terutama dalam konteks akademik.
Pendekatan ini terbukti efektif. Berdasarkan survei pra dan pasca kegiatan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap isu etika penggunaan AI.
"Sebelum pelatihan, banyak siswa belum benar-benar memahami dampak negatif AI terhadap integritas akademik. Tapi setelah pelatihan, mereka menjadi lebih kritis dan sadar akan pentingnya menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab," ungkap Dr. Maya Silvi Lydia.
Dengan diadakan kegiatan tersebut, PKM diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga menanamkan nilai etika digital kepada siswa sebagai generasi yang tumbuh di era teknologi.
(red)
GEMA PENA Kedepankan Fakta dan Regulasi, Jangan Hakimi Ditjen PAS Lewat Asumsi
kota
Petugas Keamanan PTPN IV Regional 2 Terkena Anak Panah saat Gagalkan Pencurian TBS Kelapa Sawit di Kebun Adolina
kota
sumut24.co ASAHAN, Kawasan Hutan Tanam Rakyat (HTR) seluas lebih dari 1.200 hektar yang dikelola Koperasi Tani (Koptan) Mandiri di wilayah
News
BATALYON PARAKO 463 PASGAT SUKSES MENGGELAR LIGA TOPSKOR ZONA MEDAN DAN ZONA SIMALUNGUN SEASON 2026
kota
SOKSI Padangsidimpuan Perkuat Sinergi dengan Kejari, Bahas Advokasi Hukum & Perlindungan Hak Masyarakat
kota
Paviliun Kabupaten Batubara di PRSU Andalkan Produk Anti Inflasi
kota
Stand Bapenda Sumut "Anti CelingakCelinguk"! Sutan Tolang Lubis Garansi "Tanya Apa Saja, Langsung Dijawab
kota
Dukung PHTC Gubernur, Dinas Pendidikan Tampilkan Hasil Karya dan Kokurikuler Siswa SMA/SMK
kota
Diduga Rugikan Negara Miliaran Rupiah, AMPERAKSU Desak Penindakan Tegas Jaringan Rokok Ilegal HELIUM
kota
Perkuat Program PAAREDI di Nagori Percontohan, TP PKK Kabupaten Simalungun Gelar Rakor
kota