Selasa, 17 Maret 2026

Karhutla di Toba, Angka Pasien Batuk dan Influenza Meningkat 20 Persen Sejak Bulan Juni

Administrator - Rabu, 30 Juli 2025 19:11 WIB
Karhutla di Toba, Angka Pasien Batuk dan Influenza Meningkat 20 Persen Sejak Bulan Juni
Istimewa
Kadinkes Toba dr Freddi Seventry Sibarani saat berada di ruangannya, Rabu (30/07/2025).
sumut24.co -BALIGE, Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Toba berdampak bagi kesehatan warga Toba. Pengidap batuk dan influenza meningkat sebesar 15 hingga 20 persen setiap harinya sejak bulan Juni hingga Juli 2025.

Baca Juga:
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Toba dr Freddi Seventry Sibarani menjelaskan, musim kemarau panjang dan karhutla mengakibatkan kesehatan masyarakat sekitar terganggu. Hampir seluruh puskesmas di Toba setiap harinya menangani pasien pengidap batuk dan influenza.

"Angka penyakit batuk dan pilek bertambah setelah terjadinya karhutla. Jumlah pasien mencapai 15 hingga 20 persen dan terjadi sejak bulan Juni hingga Juli ini," sebut dr Freddi Sibarani, Rabu (30/07/2025).

Selain itu, karhutla juga disebutkan mengakibatkan timbulnya peradangan dan penyakit kulit. Kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan diharapkan dapat ditingkatkan.

"Masyarakat kita keluhkan soal adanya peradangan dan penyakit kulit. Maka kita berharap, tingkat kesadaran masyarakat soal pelestarian lingkungan mesti ditingkatkan ditambah lagi dengan pola hidup sehat," sambungnya.

Polusi udara yang diakibatkan karhutla tentunya berpengaruh terhadap oksigen yang mempengaruhi fungsi jantung.

"Hampir di seluruh wilayah Toba ini terjadi karhutla. Dan masyarakat dikepung asap. Hal ini mengakibatkan penyakit ditambah lagi dengan berkurangnya oksigen yang dapat memengaruhi fungsi jantung. Kalau tak bisa lagi beraktivitas, seluruh bidang kehidupan manusia terganggu," tuturnya.

Saat musim kemarau, ia berharap juga jaminan ketersediaan air bersih bagi warga.

"Kemudian, peningkatan air bersih mesti dilakukan. Di daerah tertentu, kita melihat bahwa persediaan air bersih menipis. Hal ini adalah kebutuhan mendasar bagi masyarakat dan tentu ini juga bagian dari kebutuhan kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Dari analisisnya, infeksi saluran pernapasan (ISPA) relatif tinggi di Toba selama musim kemarau panjang.

"ISPA yang tinggi; ada batuk, pilek lalu penyakit sesak nafas hingga menimbulkan bronkitis. Ada saja warga yang selama ini mengalami sesak nafas, tapi karena tiap hari kesehatannya terganggu akibat karhutla ini, akhirnya penyakit yang lebih parah muncul," lanjutnya.

Meski demikian, kebutuhan oksigen di fasilitas kesehatan disebutkan masih tergolong aman.

"Sampai saat ini, kita sudah lakukan sosialisasi, pembagian vitamin, penyediaan APD dan masker," terang dr Freddi menjelaskan upaya yang dilakukan pihaknya di musim kemarau panjang saat ini. (Des)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rangkaian Puncak HUT ke-27 Kabupaten Toba, Panjatkan Doa Untuk Kesejahteraan
Polda Sumut Tetapkan 2 Tersangka Penambang Emas Ilegal
PSI Asahan Protes Penangguhan Penahanan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak, Minta Kapolres Tinjau Ulang Putusan
Mahasiswa di Padangsidimpuan Ditangkap Polisi Usai Gelapkan Motor Yamaha Fazio, Kerugian Capai Rp14 Juta
Kasus Pembunuhan Wanita Dalam Kontainer Plastik Polisi Optimis Segera Terungkap
Polres Asahan Bantah Isu "Tangkap Lepas" Gembong Narkoba, 6 Orang Positif Sabu Jalani Rehabilitasi
komentar
beritaTerbaru