DELISERDANG – Warga Desa Aras
kabu, Gang Masjid, Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara yang menjadi akses jalan menuju Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), kini diliputi kekhawatiran serius. Jembatan Provinsi Sumatera Utara yang vital bagi mobilitas mereka
terancam ambruk setelah salah satu tiang penyangga utamanya
roboh. Insiden ini menimbulkan dugaan kuat adanya korupsi dalam pembangunan atau pemeliharaan
jembatan, di samping kemungkinan faktor usia.
Baca Juga:
Pantauan Wartawan di lokasi menunjukkan kondisi tiang penyangga yang ambruk sangat memprihatinkan. Struktur baja atau beton yang seharusnya menopang jembatan kini hancur, meninggalkan celah besar yang membuat sebagian badan jembatan terlihat melengkung.
Retakan-retakan besar juga terlihat di sejumlah bagian jembatan, mengindikasikan tekanan yang berlebihan.
"Kami sangat khawatir setiap kali melintas di jembatan ini, apalagi kalau kendaraan besar lewat. Suara gemuruhnya saja sudah bikin merinding," ungkap Bapak Parman (52), salah seorang warga setempat yang setiap hari menggunakan jembatan itu untuk bekerja. "Ini sudah lama terlihat kerusakannya, tapi baru sekarang separah ini sampai tiangnya roboh. Jangan-jangan memang ada yang 'dimakan' dari anggarannya."
Kekhawatiran senada juga diungkapkan Ibu Nurlela (45), pedagang kecil yang biasa berjualan di sekitar jembatan. "Kalau jembatan ini sampai ambruk total, bagaimana kami mau ke pasar atau anak-anak sekolah? Ini satu-satunya akses utama kami," keluhnya seraya menunjuk ke arah tiang yang roboh. "Pemerintah harus segera turun tangan, jangan menunggu sampai ada korban jiwa."
Dugaan korupsi mencuat di kalangan warga mengingat kondisi jembatan yang belum terlalu tua namun sudah menunjukkan kerusakan parah. Desakan untuk dilakukan audit forensik terhadap proyek pembangunan atau pemeliharaan jembatan ini pun mulai disuarakan. "Kami minta aparat penegak hukum mengusut tuntas. Apakah ada material yang dikurangi atau pengerjaannya tidak sesuai standar? Ini menyangkut keselamatan banyak orang," tegas seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atau dinas terkait mengenai penyebab pasti robohnya tiang penyangga ini, serta langkah-langkah mitigasi yang akan diambil. Namun, warga berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengambil tindakan darurat untuk mencegah keruntuhan total jembatan, serta mengusut tuntas dugaan penyimpangan.
Kondisi jembatan yang terancam roboh ini tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Desa Araskabu dan sekitarnya, mengingat posisinya yang strategis sebagai akses vital menuju Bandara KNIA.red2
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News