Agung S Pratama Korban Penggelapan Mobil Miliknya Minta Polres Pelabuhan Belawan Tangkap Pelaku
Medan sumut24.co Mujur tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Kondisi ini yg dialami, Agung Septia Pratama warga Jln Alumunium I
Hukum
Baca Juga:
Kepulangan ke kampung halaman selalu menyimpan jejak yang tak sekadar fisik. Ia menyentuh lapis terdalam dari jiwa—menyadarkan betapa tanah kelahiran adalah ruang batin yang tak pernah ditinggalkan, betapapun jauh langkah membawa diri.
Di Tanjungbelit, sebuah desa di tepi Sungai Subayang, Kampar, Provinsi Riau, malam itu menjadi saksi bagaimana puisi, alam, dan persahabatan bersua dalam satu panggung: Malam Bakti Religi dan Peduli Lingkungan. Diselenggarakan oleh Polda Riau dalam rangka HUT Bhayangkara, panggung itu tidak hanya menghadirkan musik dan syair, tapi juga ruang kontemplasi bersama.
Saya membaca puisi bertajuk "Risalah dari Akar yang Tersisa", sebuah surat hati dari anak kampung yang pergi jauh, namun senantiasa rindu pulang. Panggung itu tak sekadar dibangun dari papan dan tirai, tetapi juga dari desir angin, suara jangkrik, dan gemericik Subayang yang tak henti bercerita.
Di antara hadirin, saya menjumpai wajah-wajah lama yang tak asing. Jenderal Herry Heryawan, Kapolda Riau, yang dulu bertugas di Batam ketika saya masih merintis karier di dunia jurnalistik awal 2000-an. Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, dan Ustaz Abdul Somad, sahabat sealmamater dari IAIN Susqa (kini UIN Suska), juga hadir, menyambung kenangan dari bangku kuliah.
Tampak pula para pemikir publik seperti Rocky Gerung dan Tommy F. Awuy, yang menabur gagasan dan tanya dalam diskusi usai pertunjukan. Dari kalangan aktivis lingkungan dan jurnalis, hadir pula Bupati Siak, Afni Zulkifli—sosok yang dikenal energik, konsisten dalam memperjuangkan alam, dan pernah berjalan di lorong yang sama sebagai wartawan Riau Pos.
Kami menginap di bawah langit Tanjungbelit, dalam tenda yang disiapkan panitia. Alam menjadi atap dan lantai kami. Di situlah percakapan mengalir bebas, ditemani semilir malam, dan rasa syukur yang sunyi.
Riau ternyata masih ingat pada saya, seorang anak kampung yang tumbuh dari akar yang tak selalu terlihat. Dan malam ini, saya akan kembali naik panggung di Rumah Singgah Tok Kadi, membaca puisi dengan iringan gitar akustik Tatang Yudiansyah—Ketua Komisi Informasi Publik Riau, sahabat lama dalam jejak dan kata.
Kalau kata bisa menjadi jembatan pulang, dan suara tanah bisa didengar kembali, mungkin itulah alasan kenapa kita selalu kembali. Bukan hanya ke kampung halaman, tapi ke diri sendiri.
Rel
Medan sumut24.co Mujur tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Kondisi ini yg dialami, Agung Septia Pratama warga Jln Alumunium I
Hukum
Hingga H1 Hari Kemerdekaan RI ke81, Jasa Marga Catat Lebih Dari 400 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Sebanyak 1.360 Peserta, Semarakkan Road to Police Women Run 2026
kota
Hasto Kristiyanto Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir Harus Menjadi Rumah Rakyat
kota
BARAPAKSI Soroti Kelayakan SPPG di Medan Diduga 80 Persen Tak Penuhi Syarat Pengelolaan Limbah
kota
Ketua I dan II TPI Medan H. Ikrom Helmi Nasution Silaturahmi Kemerdekaan Perkuat Kebersamaan Guru dan Majukan Pendidikan
kota
HUT RI ke81, Ketua Umum PP TPI Prof. Ismet Danial Nasution Dorong Sekolah dan Madrasah Entrepreneur Berbasis Religius
kota
Medan sumut24.co Warga Komplek Perum Jalan Paku Lingkungan VII, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan memeriahkan HUT RI ke
kota
Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo
kota
MTQ Yayasan Haji Anif ke 7 resmi dibuka oleh Musa Rajekshah
News