Respons Cepat! Laporan 110 Ditindaklanjuti, Timsus Gemot Polres Asahan Amankan Pelaku Tawuran Bersenjata
sumut24.co ASAHAN, Layanan pengaduan masyarakat melalui nomor darurat 110 kembali membuktikan perannya sebagai jembatan efektif antara warg
News
Baca Juga:
- Dukungan IMI Kepulauan Riau (Kepri), Perkuat Posisi Bamsoet Kembali Pimpin IMI 2025–2030
- Terima Pengurus Badan Perlindungan Lansia, Bamsoet Dorong DPR dan Pemerintah Revisi UU Kesejahteraan Lansia
- Bamsoet: Wacana Wakil Presiden Diusulkan Presiden Terpilih Untuk Ditetapkan Oleh MPR Patut Dipertimbangkan
"Ratifikasi Konvensi Kejahatan Siber PBB harus menjadi prioritas legislasi nasional Indonesia. Ini adalah langkah penting untuk memperkuat sistem hukum, meningkatkan perlindungan digital, dan berkontribusi pada keamanan siber global. Sebagai bangsa yang berkomitmen terhadap masa depan yang aman, Indonesia perlu segera menginisiasi langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk mewujudkan ratifikasi ini dan bersama-sama membangun dunia digital yang lebih aman untuk semua," ujar Bamsoet saat menerima Guru Besar Universitas Padjajaran Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, di Jakarta, Jumat (23/5/25).
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menuturkan, Konvensi Kejahatan Siber PBB mengatur dua kategori besar pelanggaran. Pertama, kriminalitas konvensional yang kini berpindah ke ranah digital, seperti penipuan, perdagangan manusia, dan eksploitasi seksual anak secara daring. Kedua, kejahatan yang sepenuhnya berakar dari ekosistem digital, termasuk penyebaran malware, serangan DDoS, pencurian data, dan peretasan sistem kritikal.
Lebih jauh, konvensi ini juga menaruh perhatian serius terhadap dimensi hak asasi manusia dalam dunia maya. Termasuk perlindungan terhadap ujaran kebencian, pelecehan berbasis gender, serta disinformasi yang mengancam demokrasi.
"Ratifikasi konvensi ini mencerminkan tanggung jawab Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap keamanan dan keamanan siber global. Ini adalah langkah konkret untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, tertib, dan manusiawi bagi semua warganya. Dengan adanya kerangka hukum yang jelas dan kerjasama internasional yang kuat, Indonesia dapat lebih efektif dalam melindungi infrastruktur kritis, data pribadi, serta hak-hak digital warganya," kata Bamsoet.
Ketua Komisi III DPR RI ke-7 Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Alumni Doktor Hukum UNPAD ini memaparkan, mendukung ratifikasi Konvensi Kejahatan Siber PBB juga menuntut harmonisasi peraturan perundang-undangan nasional. Di Indonesia, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta norma-norma lain dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, perlu ditinjau agar sejalan dengan semangat dan prinsip yang terkandung dalam konvensi. Proses harmonisasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas regulasi yang ada, tetapi juga memperkuat fondasi hukum yang dapat mendukung penegakan hukum yang efektif dalam menghadapi kejahatan siber.
"Tanpa ratifikasi dan adopsi prinsip-prinsip konvensi ini dalam sistem hukum nasional, Indonesia akan terus kesulitan mengejar pelaku kejahatan lintas batas, serta tertinggal dalam pengembangan kapasitas teknis dan sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Dengan konteks global yang semakin mengedepankan kolaborasi dalam menghadapi ancaman siber, ratifikasi ini harus menjadi prioritas utama dalam agenda legislasi nasional," pungkas Bamsoet. Rel
sumut24.co ASAHAN, Layanan pengaduan masyarakat melalui nomor darurat 110 kembali membuktikan perannya sebagai jembatan efektif antara warg
News
Soliditas dan Gotong Royong Jadi Tradisi Kader, Balitbang Partai Golkar Rayakan Milad ke63 Prof. Ganjar Razuni
kota
Di Balik Pujian Pensi AlHikmah, Wakil Wali Kota Medan Beri Warning Soal Narkoba dan Judol
kota
Medan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali berhasil membongkar praktek pembuatan narkotika jenis vape, atau yang le
Hukum
sumut24.co ASAHAN, Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Kepolisian Resor Asahan menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa donor
News
Bupati Madina Saipullah Nasution Minta Perusahaan Sawit Buka Data, CSR Harus Kembali untuk Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
kota
Sawah Sudah Direhabilitasi, Air Belum Mengalir Bupati Madina Saipullah Nasution Minta Irigasi Batang Gadis Segera Dikeruk
kota
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Bupati Tapsel Gus Irawan Bidik Pembangunan Lebih Tepat Sasaran
kota
Kapolda Sumut Dorong Humas Polri Kuasai Ruang Digital dan Rebut Kepercayaan Publik
kota
Sambut Hari Bhayangkara ke80, Kapolres Tapsel Datangi Gereja dan Masjid, Tebar Pesan Persatuan dan Kepedulian
kota