Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Baca Juga:
Acara ini dihadiri oleh 31 tamu undangan dari Malaysia serta para ulama dan akademisi dari berbagai institusi.
Kolaborasi ini diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Ilmu Filsafat Fakultas Agama Islam dan Humaniora (FAIHU) UNPAB.
Ketua panitia, Dr. Bachtiar S.Pd.I, menekankan pentingnya acara ini sebagai upaya memperkuat peran strategis pesantren dalam menjawab tantangan zaman.
"Karena sekarang yang mampu menyelesaikan permasalahan ialah yang lahir dari pondok-pondok pesantren sebagai benteng untuk menghadapi zaman," ujarnya.
Dekan FAIH UNPAB, Dr. Abdi Syahrial, Lc., M.A., secara resmi membuka acara dan menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas pendidikan pesantren.
"Banyak hal yang harus ditambahi dan diperbaiki agar kita bisa memberi masukan kepada para pengajar pondok, agar pengalaman dari narasumber dapat membawa kita kepada pendidikan pondok yang lebih baik lagi," tuturnya.
Silaturahmi ulama antar bangsa bersama Universitas Pembangunan Panca Budi dan diskusi ilmiah Prodi PAI, PIAUD, dan Ilmu Filsafat sangat penting dalam memperkuat pesantren sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan.
"Dengan adanya kolaborasi antara ulama dari berbagai negara dan para akademisi, pesantren dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan tantangan zaman, tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan modern, serta menjadi lembaga yang dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki pemahaman yang luas dan berwawasan global," tambahnya.
Para narasumber yang hadir pun turut memberikan kontribusi pemikiran dalam berbagai aspek penting pengembangan pesantren diantaranya;
1. Tuan Guru KH. Mohammad Hadi Bin Haji Minhat (Pimpinan Pertubuhan Muhibbin Malaka, Malaysia) menyampaikan tentang sejarah pondok pesantren, menekankan nilai-nilai tradisi dan kesinambungan keilmuan dalam pendidikan Islam.
2. Prof. Dr. Rusydl Ananda, M.Pd. (Guru Besar UIN Sumatera Utara) membahas filsafat pesantren, menyoroti nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas yang menjadi fondasi utama lembaga pesantren.
3. Prof. KH. Amiruddin MS, MA, MBA, Ph.D. (Pimpinan Majlis Zikir Tadzkira SUMUT) dan Dr. H. Amhar Nustasion, M.A. (Ulama SUMUT) memaparkan manajemen pesantren yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
4. KH. Zulfikar Hajar (Pendiri Yayasan Jabal Noor) menyampaikan kondisi dan tantangan aktual keberadaan pondok pesantren saat ini, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial-keagamaan di era globalisasi.
Turut hadir pula Dato Indera Haji AB Karim Bin Haji AB Rahman (Ketua Hakim Sivil Malaka, Malaysia), KH. Yusuf Abdurrahman (Pendiri Yayasan Darul Hikmah An Nawewi), dan Syekh Ali Marbun (Pendiri Pondok Pesantren Al-Kutsar Al Akbar) yang memperkaya forum diskusi dengan pengalaman dan pandangan mereka terhadap peran ulama dalam membangun masyarakat yang madani.(red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Antusiasme Tinggi! 111 Pendaftar Ikuti Verifikasi Seleksi Polri 2026 di Padangsidimpuan
kota
Balita Hilang di SPBU Hutalombang, Polres Padang Lawas Sigap Memulangkan ke Orang Tua
kota
Bupati Madina Dorong Pelestarian Tradisi Lubuk Larangan untuk Ekosistem dan Masyarakat
kota
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Kapolresta Deli Serdang Pantau Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Bandara Kualanam
kota
Dugaan Narasi Negatif terhadap Kejaksaan Negeri Karo Diduga Ganggu Proses Hukum Kasus Korupsi Profile Desa
kota
Sergai sumut24.co Tim Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Sumatera Utara bersama jajaran Polres Serdang Bedagai melakukan monitoring d
News
Sergai sumut24.co Seorang pria ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kab
Hukum
Tanjungbalai PT Bank Sumut (Perseroda) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra stra
News