Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
News
Baca Juga:Dalam menghadapi tantangan kesehatan publik global yang semakin kompleks dan lintas batas, Taiwan menyerukan pentingnya kerja sama internasional yang inklusif. Taiwan menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi dalam Majelis Kesehatan Dunia (WHA) dan seluruh mekanisme yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Taiwan telah membuktikan kontribusinya dalam meningkatkan cakupan kesehatan universal serta pengelolaan kesehatan digital dan siap berbagi pengalaman ini dengan dunia," ujar Bruce Hung, Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia.
Meskipun WHO memegang peranan penting dalam tata kelola kesehatan global, Taiwan masih dikecualikan karena tekanan politik dari Tiongkok yang salah menafsirkan Resolusi PBB 2758 dan Resolusi WHA25.1. Kedua resolusi tersebut tidak menyebutkan Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok, maupun memberi kewenangan kepada Tiongkok untuk mewakili Taiwan dalam WHO.

Pengecualian ini mengabaikan hak kesehatan 23 juta warga Taiwan dan berpotensi menciptakan celah dalam sistem respons global terhadap darurat kesehatan. Ini juga berdampak langsung pada lebih dari 400.000 WNI yang saat ini tinggal dan bekerja di Taiwan, yang dapat mengalami keterbatasan akses terhadap informasi dan sumber daya WHO.
Taiwan dan Indonesia memiliki hubungan erat dalam bidang medis, termasuk kerja sama rumah sakit, pelatihan tenaga kesehatan, dan pengembangan teknologi kesehatan seperti smart medical dan aplikasi kecerdasan buatan. Taiwan juga telah berkontribusi selama pandemi COVID-19 melalui donasi alat medis kepada Indonesia dan negara-negara sahabat lainnya.
Taiwan mendukung revisi Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) 2024 dan pembentukan Perjanjian Pandemi WHO sebagai langkah menuju tata kelola kesehatan yang lebih efektif dan inklusif. Namun, agar inisiatif ini berhasil, keterlibatan semua pihak, termasuk Taiwan, sangat penting.
TETO mengimbau WHO dan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia, untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam WHA serta pertemuan dan mekanisme WHO lainnya. Taiwan siap bekerja sama demi mewujudkan visi bersama: "Kesehatan adalah Hak Asasi Manusia Mendasar" dan "Tidak meninggalkan siapa pun" sebagaimana tertuang dalam Konstitusi WHO dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.rel
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
News
Memulihkan kepercayaan Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
News
PB PENDAWA INDONESIA BANGUN SINERGI DENGAN IMIGRASI KELAS II TPI BELAWAN
News
Rapat Paripurna Penetapan Perda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 di Hadiri Bupati Solok
News
Pengukuhan Ketua KAN Sulit Air Dihadiri Bupati Solok
News
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
News
Eks Panglima GAM Pimpin PSI Aceh
News
Ridwan Dukung GEGT MKI Sumut, Dorong Sinergi Sosialisasi Listrik Desa
News
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Panitia Wisuda Sarjana Institut Agama Islam Daar Al
News