Jumat, 17 Juli 2026

Prabowo Dianggap Ambil Langkah Tepat di Tengah Perang Dagang Global

Administrator - Jumat, 25 April 2025 00:19 WIB
Prabowo Dianggap Ambil Langkah Tepat di Tengah Perang Dagang Global
Merespons situasi ini, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengambil sikap yang tepat dengan bersikap independen.is
Jakarta | Sumut24.co

Baca Juga:
Ketegangan perang dagang global yang dipicu oleh kebijakan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam menaikkan tarif impor mulai berdampak serius terhadap stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengambil kebijakan nasional, terutama karena baik AS maupun China saling menekan negara-negara mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

Amerika Serikat bahkan mengisyaratkan bahwa perundingan dagang hanya akan dilakukan jika Indonesia mengurangi intensitas hubungan dagangnya dengan China. Di sisi lain, China juga menunjukkan sikap yang tidak kalah keras dalam menanggapi manuver dagang Amerika.

Merespons situasi ini, Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengambil sikap yang tepat dengan bersikap independen dan menegaskan kedaulatan Indonesia dalam bernegosiasi.

"Prabowo sudah tepat, karena ingin membahas hubungan dagang ini secara terpisah dan independen antara negara berdaulat, baik terhadap Amerika maupun China," ujar Syahganda dalam diskusi bertema "Prabowonomics di Era Tariff War" yang digelar GREAT Institute di Jakarta, Kamis (24/4).

Diskusi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh ekonomi, pelaku usaha, dan pejabat pemerintah seperti Dr. Ferry Joko Juliantono, Dr. Tito Sulistio, Prof. Dr. Perdana Wahyu Santosa, Prof. Dian Masyita, Ph.D, Dr. Poempida Hidayatullah, dan lainnya.

Dalam diskusi, Poppy Dharsono—pengusaha dan tokoh fesyen—menyebut momen ini sebagai kesempatan emas untuk memperkuat industri dalam negeri. "Mumpung terjadi gejala proteksionisme di mana-mana, sebaiknya presiden mempercepat pembangunan industri kita. Batasin impor sebesar-besarnya," katanya.

Sementara itu, Dr. Tito Sulistio mengingatkan potensi risiko ekonomi jika hubungan politik dengan Amerika memburuk. "Kondisi keuangan kita sangat rentan saat ini. Jika Amerika tersinggung, mereka dapat membuat kondisi perekonomian kita memburuk," ujarnya.

Diskusi ditutup oleh Wakil Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, yang mengajak seluruh pihak mendukung visi Presiden Prabowo dalam membangun ekonomi kerakyatan. "Marilah kita tetap semangat membantu Presiden Prabowo mewujudkan berbagai program kerakyatan seperti koperasi desa merah putih, swasembada pangan, swasembada energi dan makan bergizi gratis," pungkasnya.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dunia Akui Orientasi State-Driven Prabowo Subianto
Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN 2026, Timnas Digenjot Menuju Piala Dunia 2030
Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Kertanegara, Bahas Lonjakan Kepercayaan Investor Global
Prabowo: Generasi Muda Jadi Penentu Indonesia Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia pada 2045
Said Iqbal Masuk Lingkar Istana, Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden
Prabowo Terima Utusan Khusus Emir Qatar, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis
komentar
beritaTerbaru