GMP Sumut Soroti Penanganan Dua LP dalam Sengketa CV Rezeki Baru: Mengapa Satu Naik Penyidikan, Lainnya Dipertanyakan?
GMP Sumut Soroti Penanganan Dua LP dalam Sengketa CV Rezeki Baru Mengapa Satu Naik Penyidikan, Lainnya Dipertanyakan?
News
Baca Juga:
- Bawa ke Level Baru : Kelly Tandiono Siap Pimpin Miss Universe Indonesia 2025 Menuju Era Inovasi dan Pemberdayaan
- Polres Sergai Ungkap Residivis Curat di Pantai Cermin Pelaku Diberi Hadiah Timah Panas
- Gemot Mafia Banglades Kembali Berulah Aniaya Atlet Tarung Drajat, Reskrim Polres Asahan Tangkap 3 Pelaku
Kegiatan ini bertujuan edukasi mengenalkan satwa gajah kepada perwakilan organisasi/lembaga, mahasiswa dan pemuda kota medan. COP pada 10-28 Februari 2025 juga mengadakan lomba pembuatan infografis yang bisa diikuti oleh masyarakat umum, dengan tema kenali dan lestarikan satwa Sumatera Utara, salah satunya Orangutan Tapanuli, Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera. Infonya dapat diliat pada media sosial Orangutan Protection.
Dalam kegiatan kelas ini COP menghadirkan pemateri ahli gajah Alexander Mossbrucker dari international elephant project dihadiri 25 orang peserta, antara lain Perwakilan Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS), Anggota Genetika FP UISU Medan, Alumni Green Leadership Indonesia, Kader Konservasi Alam, Mahasiswa dan Pemuda Kota Medan.
Materi diskusi terbagi kedalam dua sesi, dalam sesi pertama tentang biologi dasar gajah Alexander Mossbrucker menjelaskan Gajah adalah hewan yang sangat sosial dan hewan darat terbesar yang hidup di planet kita. Mereka memiliki telinga yang lebar, belalai yang panjang, kaki berbentuk kolom, dan tubuh yang besar, sehingga tidak mungkin salah dikenali.
Gajah memiliki pendengaran yang sangat baik dan menggunakan suara untuk orientasi, mendeteksi ancaman, dan berkomunikasi melalui repertoar vokal yang kaya. Selain "trompet gajah" yang klasik, gajah mampu menghasilkan berbagai macam suara yang berbeda dari mencicit bernada tinggi hingga jeritan yang sangat keras, gemuruh (rumble) yang dalam, dan auman yang menakutkan – semua dengan arti atau fungsi tertentu.
Gajah memiliki otak yang sangat besar, kuat, dan memiliki struktur kompleks mencakup neokorteks yang berkembang dengan baik dan fitur lain yang biasa ditemukan pada manusia dan hewan tertentu yang sangat cerdas seperti kera besar dan Cetacea.
Selanjutnya sesi kedua tentang konservasi gajah Alexander Mossbrucker menjelaskan Berdasarkan data terbaru KLHK/FKGI, total populasi gajah sumatera berjumlah antara 924 – 1.359 individu. Angka-angka ini masih berupa estimasi karena tidak ada pembaruan data ilmiah terkini untuk populasi gajah di banyak provinsi, tetapi sangat kecil kemungkinan bahwa saat ini ada lebih dari 1.500 gajah sumatera di alam. Yang berarti ukuran populasi telah berkurang hampir setengahnya dalam waktu sekitar satu dekade - suatu perkembangan yang sangat mengkhawatirkan.
Saat ini, semua gajah asia, termasuk subspesies sumatera, terdaftar dalam Apendiks I CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), yang berarti bahwa gajah asia (dan bagian tubuhnya seperti gading) dilarang masuk perdagangan internasional.
Meskipun Elephas maximus sumatranus memiliki status perlindungan penuh di Indonesia, ia belum memiliki masa depan yang pasti karena terancam oleh hilangnya habitat, perburuan, potensi perkawinan sedarah, serta konflik dengan pertanian dan industri.
Selanjutnya Alexander Mossbrucker mengatakan ancaman populasi gajah terbesar di sumatera terdapat di Riau disana telah sering terjadi konflik antara hewan dan manusia, gajah keluar dari hutan untuk mencari makanan di luar kawasan hutan. Oleh karena itu di butuhkannya upaya program konservasi terhadap gajah.
Salah satu upaya konservasi terhadap gajah yaitu edukasi kepada masyarakat, manajemen metapopulasi, recovery gajah kembalikan gajah ke habitat liarnya, patroli pemantauan gajah, mitigasi konflik gajah dengan manusia, mitigasi konflik berbasis masyarakat, sistem peringatan dini dan restorasi ekosistem.
Alexander Mossbrucker berharap dengan upaya konservasi gajah, dapat menyelamatkan populasi gajah dari kepunahan.
Di akhir sesi Alexander Mossbrucker membagikan buku yang berjudul Island Elephants The Giants of Sumatra yang di tulis oleh Alexander Mossbrucker kepada peserta yang mengikuti kegiatan ini.
Perwakilan Perhimpunan Penjelajah Alam Bencana dan Konservasi Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) Nurhabli Ridwan kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang juga alumni pendidikan Green Leadership Indonesia Bacth 1 hadir dalam kegiatan ini mengatakan diskusi kali ini sangat bermanfaat, dimana sebagai penggiat lingkungan kita juga dapat berpartisipasi untuk mensosialisasikan satwa gajah yang saat ini terancam punah.
Salah satu yang bisa kita lakukan yaitu dengan membuat poster edukasi di media sosial mengkampanyekan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga satwa gajah. Semoga dengan banyaknya edukasi satwa gajah dapat terjaga dari kepunahan dan COP dapat terus mengadakan kegiatan edukasi tentang satwa kunci yang ada di wilayah Sumatera Khususnya Sumatera Utara.(red)
GMP Sumut Soroti Penanganan Dua LP dalam Sengketa CV Rezeki Baru Mengapa Satu Naik Penyidikan, Lainnya Dipertanyakan?
News
Berani mengedarkan Sabu, ditangkap Satresnarkoba Polresta Deli Serdang
kota
Kapolrestabes Medan dan Dirintel Polda Sumut Silaturahmi ke Ketum PB Pendawa Indonesia
kota
sumut24.co JAKARTA, Suasana politik nasional yang semakin menghangat di akhir Agustus 2026 menjadi latar berlangsungnya agenda penting Seri
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan secara resmi membuka Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 sekaligus Pelatihan Pen
News
sumut24.co ASAHAN, Anggaran negara yang seharusnya mengalir untuk mewujudkan ketahanan pangan justru berhenti di tangan oknum. Program reha
News
BRI BO Sibuhuan Berikan Suprise ke PN Sibuhuan di Momen HUT ke 81 Mahkamah Agung RI
kota
BRI BO Sibuhuan Dukung Kegiatan Festival Budaya Daerah
kota
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Berkontribusi Nyata Untuk Negeri
kota
Bisnis Kecantikan dan Kebugaran Makin Menjanjikan, Bamsoet Apresiasi Kehadiran "Sang Dewi Salon & Spa" Sebagai Penggerak Ekonomi Kelas Menen
kota