Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Baca Juga:
Dengan regulasi baru ini, OJK berharap sektor PVML menjadi lebih stabil, transparan, serta mampu memberikan perlindungan yang lebih baik kepada konsumen, sekaligus mendorong pertumbuhan industri keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Regulasi yang Diterbitkan
Sembilan POJK yang telah disahkan meliputi berbagai aspek penting, antara lain:
POJK 39/2024 tentang Pergadaian, yang memperketat regulasi terkait kepemilikan, permodalan, serta kualitas piutang pinjaman.
POJK 40/2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), yang menegaskan penguatan manajemen risiko, tata kelola, serta sistem penilaian kredit dalam industri fintech lending atau pinjaman daring (Pindar).
POJK 41/2024 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM), yang mengatur klasifikasi LKM berdasarkan skala usaha serta penilaian kualitas pinjaman.
POJK 42/2024 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi PVML, yang menitikberatkan pengawasan aktif oleh direksi dan penguatan sistem manajemen risiko.
POJK 43/2024 tentang Pengembangan SDM di PVML, yang mendorong sertifikasi kompetensi dan investasi pendidikan bagi tenaga kerja di industri ini.
POJK 46/2024 tentang Perusahaan Pembiayaan dan Modal Ventura, yang mencakup ketentuan pemanfaatan teknologi, keamanan sistem, serta perlindungan data pribadi.
POJK 47/2024 tentang Koperasi di Sektor Jasa Keuangan (KSJK), yang mengatur permodalan serta perizinan koperasi yang beroperasi sebagai lembaga jasa keuangan.
POJK 48/2024 tentang Tata Kelola PVML, yang menegaskan tugas dan tanggung jawab direksi serta pengelolaan benturan kepentingan.
POJK 49/2024 tentang Pengawasan PVML, yang memastikan adanya sistem pemantauan yang lebih efektif terhadap pelaku usaha di sektor ini.
Fokus Penguatan dan Pengembangan
Regulasi-regulasi ini dibuat untuk mengatasi berbagai tantangan di sektor keuangan, terutama dalam hal transparansi, tata kelola, serta perlindungan konsumen. Misalnya, pada sektor fintech lending, OJK kini mewajibkan perusahaan untuk menerapkan sistem kredit skoring yang lebih ketat guna mengurangi risiko gagal bayar.
Selain itu, pada industri pergadaian, regulasi baru mewajibkan adanya penaksir bersertifikat serta peningkatan permodalan, guna memastikan layanan gadai lebih aman dan terpercaya. Di sisi lain, industri koperasi keuangan juga mendapat perhatian khusus dengan diterbitkannya POJK 47/2024, yang memberikan kepastian hukum bagi koperasi yang ingin beroperasi sebagai lembaga keuangan formal.
Dari aspek pengawasan, OJK memperkuat peranannya melalui POJK 49/2024, yang mengatur mekanisme pengawasan dan tindakan terhadap entitas yang melanggar regulasi.
Dengan diterbitkannya sembilan aturan baru ini, OJK menegaskan komitmennya untuk menciptakan industri keuangan yang lebih stabil, sehat, dan mampu bersaing secara berkelanjutan di era digital. (red)
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Gerak Cepat Resmob Padangsidimpuan, Sindikat Curanmor di Padangsidimpuan Berhasil Dibekuk
kota
PKK Sumut Turun ke Paluta, Program Keluarga Sejahtera Digeber Jelang Indonesia Emas 2045
kota
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
kota
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
kota
MEDAN Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar, kembali dipercaya memimpin partai untuk periode terbaru
kota
Begal Adalah Fenomena Nyata Bukan Mitos, TNI AL Turun Tangan. Bukan Intervensi.
kota
Stafsus Menteri Koperasi Dorong Bos Teri Medan Bermitra dengan Koperasi Merah Putih dan Dapur MBG
kota
Timsel KI Sumut Mulai Verifikasi 112 Berkas Calon
kota
Medan,Geo Festival (Geofest) 2026 diluncurkan untuk menandai dimulainya segala kegiatan festival yang dilaksanakan di tiga geopark, masingm
News