Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Pimpin Sertijab Kasat Samapta, AKP Yusup Resmi Gantikan AKP Irwan
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Pimpin Sertijab Kasat Samapta, AKP Yusup Resmi Gantikan AKP Irwan
kota
Baca Juga:
Sibolga -Nama Elsya Adelia Hakim Harahap, siswi MAN Sibolga, kini semakin dikenal luas sebagai Duta Utama Pelajar Anti Narkoba 2025 tingkat Kabupaten/Kota Sumatera Utara. Gelar ini bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab besar yang harus ia emban dalam menyebarkan kesadaran tentang bahaya narkoba di kalangan pelajar. Perjalanannya meraih gelar ini bukanlah sesuatu yang mudah.
Dari seleksi awal hingga grand final, ada banyak tantangan, rintangan, serta pengalaman berharga yang ia lalui. Namun, dengan tekad yang kuat dan dukungan dari banyak pihak, Elsya berhasil membuktikan bahwa ia layak menjadi sosok yang membawa perubahan bagi generasi muda.
Perjalanan Elsya dimulai dari seleksi awal yang dilakukan secara online. Seleksi ini menjadi gerbang pertama bagi para calon duta untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang narkoba serta ide dan program yang mereka miliki untuk menyebarkan kesadaran di masyarakat.
"Seleksi online ini cukup menantang. Ada berbagai pertanyaan terkait program kerja, prestasi yang pernah diraih, dan juga tes pengetahuan tentang NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Dari sini aku belajar bahwa menjadi duta bukan hanya soal berbicara di depan umum, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang kuat tentang isu yang dihadapi," ungkap Elsya.
Keberhasilan di tahap awal membawanya menuju seleksi semifinal yang digelar secara offline pada 5 Januari 2025 di Gedung Nasional. Di tahap ini, para semifinalis tidak hanya diuji dalam hal teori, tetapi juga dilatih untuk memahami dampak narkoba di masyarakat, terutama di kalangan remaja.
"Aku banyak mendapatkan wawasan baru di sini. Aku jadi semakin memahami bagaimana narkoba bisa merusak kehidupan seseorang, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas. Salah satu hal yang paling membuka mata adalah saat dijelaskan bahwa rokok adalah zat adiktif yang menjadi gerbang awal bagi banyak remaja untuk mencoba narkoba," jelasnya.
Selain itu, Elsya juga harus menampilkan kampanye yang telah ia persiapkan dengan matang. Ia memilih slogan "Memakai narkoba bukan pilihan, tanpa narkoba kita bisa meraih impian. Mari wujudkan generasi muda terbebas dari narkoba." Pesan ini ia sampaikan dengan penuh semangat dan keyakinan di hadapan juri dan peserta lainnya. Ia ingin menanamkan pemikiran bahwa remaja harus fokus pada masa depan dan menjauhi hal-hal yang dapat menghancurkan cita-cita mereka.
Setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, akhirnya Elsya dinyatakan lolos ke babak grand final. Namun, sebelum bisa merayakan keberhasilannya, ada satu momen yang membuatnya hampir kehilangan harapan.
"Panitia bilang bahwa peserta yang lolos akan dihubungi dalam waktu tiga hari. Tapi sampai hari terakhir, aku belum menerima kabar apa pun. Rasanya benar-benar overthinking, takut kalau ternyata aku tidak lolos. Tapi akhirnya, jam 9 malam aku mendapatkan pesan yang menyatakan bahwa aku masuk grand final. Rasanya seperti mendapat kejutan terbesar dalam hidupku!" kenangnya.
Sebagai finalis, Elsya harus mengikuti karantina selama tiga hari di Universitas Sumatera Utara (USU). Karantina ini bertempat di Aula Fakultas Teknik USU dan Gelanggang Mahasiswa USU, di mana para peserta mendapatkan berbagai pembekalan dan pelatihan intensif.
"Di tahap ini, kami lebih banyak berlatih untuk tampil di grand final. Tidak ada terlalu banyak materi teori lagi, karena semua itu sudah kami dapatkan di tahap sebelumnya. Karantina lebih berfokus pada bagaimana kami menyampaikan pesan dengan baik di atas panggung, bagaimana cara membawa diri, dan bagaimana membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan banyak orang," jelas Elsya.
Puncak acara yang paling dinanti tiba. Malam grand final, Minggu (26/1/2025) diisi dengan berbagai rangkaian acara spektakuler, mulai dari opening dance, presentasi kampanye, hingga sesi catwalk dengan busana elegan. Elsya, yang telah berlatih keras selama karantina, tampil dengan penuh percaya diri. Saat ia berdiri di tengah panggung, dengan sorotan lampu yang menyoroti dirinya dan ribuan pasang mata yang menatap, ia merasa bahwa ini adalah momen terbesar dalam hidupnya.
"Saat aku menyampaikan kampanye, suasana benar-benar hening. Aku bisa merasakan bahwa setiap orang di ruangan itu mendengarkan dengan serius. Itu adalah perasaan yang luar biasa," ungkapnya. Namun, Elsya sempat mengalami sedikit hambatan. Saat menyampaikan pidatonya, ia sedikit terpeleset dalam penyampaian kata. "Ada sedikit kesalahan di bagian kalimat, tapi aku tetap berusaha untuk tidak panik. Aku mencoba tetap tenang dan melanjutkan dengan percaya diri. Aku yakin bahwa yang terpenting bukanlah kesempurnaan, tetapi bagaimana aku bisa menyampaikan pesan dengan tulus," ujarnya.
Dan akhirnya, setelah berbagai rangkaian acara selesai, tibalah momen yang paling menegangkan pengumuman pemenang. Saat nama Elsya Adelia Hakim Harahap disebut sebagai Duta Utama Pelajar Anti Narkoba 2025 tingkat Kabupaten/Kota Sumatera Utara, air matanya langsung mengalir. Ia tidak menyangka bahwa perjuangannya akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa.
Kini, sebagai Duta Utama Pelajar Anti Narkoba, Elsya memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan sosialisasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba).
Kepala MAN Sibolga, Nurul Oktaviana menyatakan kebanggaannya atas capaian Elsya. "Elsya telah membuktikan bahwa pelajar dari MAN Sibolga bisa bersaing di tingkat provinsi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kami akan terus mendukungnya dalam menjalankan tugasnya sebagai Duta Utama Pelajar Anti Narkoba," ujar Nurul.rel
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Pimpin Sertijab Kasat Samapta, AKP Yusup Resmi Gantikan AKP Irwan
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Cek Dapur SPPG, Pastikan Makanan Aman dan Higienis
kota
El Adrian Shah Buka Peluang Reshuffle Pengurus DPD Hanura Sumut
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai tidak melarang para pedagang berjualan di kawasan AlunAlun Sultan Abdul Jali
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan relokasi sementara Chapel USU sebagai bagian dari penataan dan renovasi fasili
kota
Dibekali Pembekalan Digital, 39 Duta Pramuka Padang Lawas Resmi Dilepas Menuju Jamnas XII Cibubur
kota
Adu Jeli dan Kekuatan, Ratusan ASN Pemkab Madina Semarakkan Lomba Tradisional HUT ke81 RI
kota
Bukan Cuma Kenyang, Pemko Padangsidimpuan Soroti Asupan Gizi Korban Bencana Lewat Bantuan Telur dan Kacang Hijau
kota
Hemat Biaya Tanam dan Panen, Petani Tapsel Terima Bantuan Traktor dan Mesin Perontok Padi
kota
Geger Penemuan Jasad Wanita di Bukit Simarsayang Padangsidimpuan, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
kota