Pemkab.Pakpak Bharat Peringati Hari Otonomi Daerah Ke XXX
Pemkab.Pakpak Bharat Peringati Hari Otonomi Daerah Ke XXX
kota
Baca Juga:
Diberitakan sebelumnya, pemecatan Shin Tae-yong tidak hanya menimbulkan masalah teknis tetapi juga beban finansial yang berat bagi PSSI. Kontrak Shin yang diperbarui hingga 2027 berarti masih ada kewajiban pembayaran kompensasi jika ia diberhentikan lebih awal.
Dengan angka yang mencapai Rp 20 miliar per tahun,PSSIberpotensi mengeluarkan Rp 60 miliar sebagai pesangon. Kondisi ini akan menjadi dilema, terutama jika dana besar tersebut mengganggu program-program pembinaan lain yang sudah dirancang untuk Timnas Indonesia.
Sekadar informasi,Shin Tae-yong pertama kali dikontrak PSSI untuk menukangiTimnas Indonesiadi akhir tahun 2019, tepatnya pada 28 Desember 2019. Dia kala itu dipercaya jadi pengganti Simon McMenemy yang kala itu juga tampil kurang memuaskan bersam
Sebelum berkiprah bersama skuad Garuda, pria kelahiran 1970 itu merupakkan mantan pemain sepak bola profesional Korea Selatan dan sudah punya pengalaman melatih di negara asalnya.
Adapun STY mengawali karier kepelatihan sebagai asisten di Queensland Roar, Australia, terhitung sejak 2005 hingga 2008. Setelahnya, pelatih berusia 54 tahun itu diberi kesempatan menjadi juru taktik interim di Seongnam Ilhwa.
Sepanjang periode tersebut, STY berhasil mengukir prestasi dengan mengantar timnya keluar sebagairunner-updi dua ajang, yakni K League 2009 serta Piala FA Korea di tahun yang sama.
Pencapaian tersebut membawa dia dipercaya menjadi pelatih kepala, di mana Shin Tae-yong kembali mempersembahkan trofi berupa juara Liga Champions AFC 2010 serta Piala FA Korea 2011. Catatan ini juga sekaligus menjadi STY sebagai orang pertama yang mampu memenangkan Liga Champions AFC dengan predikat pemain (1995) dan pelatih (2010).
Sementara itu di level internasional, Shin Tae-yong juga menimba pengalaman mulai dari asisten pelatih. Dia pernah mendampingi Uli Stielike ketika Timnas Korea Selatan mencapai final Piala Asia 2015.
Sementara itu bersama Timnas Indonesia, Shin Tae-yong belum sekali pun berhasil mempersembahkan trofi juara setelah lima tahun bekerja.
Walau demikian, ada sejumlah prestasi dan rekor mentereng yang mampu dia catatkan selama menukangi skuad Garuda. Beberapa yang palingmenonjol ialah mencetak sejarah dengan tembus babak 16 besar Piala Asia 2023 serta nyaris lolos ke Olimpiade usai menjadi semifinalis dalam ajang Piala Asia U-23 2024.
Shin Tae-yong juga sukses membawa Timnas Indonesia untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, serta sudah mengunci tiket tampil dalam putaran final Piala Asia 2027.
Berikut daftar prestasi Shin Tae-yong bersama skuad Garuda.
Runner-up Piala AFF 2020
Perunggu SEA Games 2021
Runner-up Piala AFF U-23 2023
Tembus 16 Besar Piala Asia 2023
Peringkat 4 Piala Asia U-23 2024
Tembus Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia
Lolos Piala Asia 2027.(red)
.
Pemkab.Pakpak Bharat Peringati Hari Otonomi Daerah Ke XXX
kota
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Forum Akselerator Di Palembang
kota
Tim Supervisi TP PKK Sumut Kunjungi Kab.Pakpak Bharat
kota
Bupati Pakpak Bharat Menghadi Musrenbang RKPD Propinsi Sumut Tahun 2027
kota
Sinergi "Kartini" di Kepingan Surga Komnas PA Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Samosir dan Aktivis Hotria Gurning
kota
Bunda Salma Raih AMKI Kartini Award 2026, Harumkan Nama Aceh di Tingkat Nasional
kota
DPRK Aceh Utara Rekomendasikan LKPJ Bupati tahun Anggaran 2025 pada paripurna ke 3 Tahun 2026.
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menerima kunjungan kerja Tim Supervisi Desa dan Kelurahan Percontohan dalam rangka
News
Terbongkar! Sabu 22 Kg Jaringan Malaysia&ndashAceh Disamarkan dalam Tangki Mobil, Kurir Ditangkap di Parkiran Mal Medan
kota
Polresta Deli Serdang Uji Kesiapan Lewat Simulasi Sispam Kota
kota