Marlis Pohan Usulkan "Tiang Utilitas Bersama" Atasi Kabel Semrawut di Medan
MEDAN Praktisi dan pemrakarsa proyek infrastruktur, Marlis Pohan (MP), mengusulkan konsep Tiang Utilitas Bersama (shared multiutility p
News
Baca Juga:
MEDAN-Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 menjadi sejarah bagi cabang olahraga (Cabor) Gateball. Pasalnya, resmi dipertandingkan pada event akbar empat tahunan tersebut.
Hari ini, Minggu, 15 September di Lapangan Pergatsi Sumut, Jalan KL Yos Sudarso, Medan, gateball mulai dipertandingkan di PON XXI.
Sebanyak 8 medali emas dari 8 nomor pertandingan yang diperebutkan para kontingen peserta.
Kedelapan medali emas itu, masing-masing untuk delapan nomor pertandingan yaitu, tunggal putra, triple putra, tunggal putri, triple campuran, ganda putra, beregu campuran, ganda campuran dan beregu putra.
Ketua Dewan Wasit Gateball PON XXI, Budi Sulistiyono menjelaskan sejatinya ada 11 medali emas yang akan diperebutkan, namun akhirnya diputuskan hanya delapan emas.
"(Cabor) gateball ini adalah pertandingan PON yang pertama (dipertandingkan secara resmi). Di gateball ini, ada 11 medali emas yang seharusnya bisa dipertandingkan pada PON. Namun, sesuai dengan kebijakan dari KONI Pusat, maka sementara ini baru bisa 8 (medali emas)," ujarnya saat technical meeting bersama para kontingen, atlet dan ofisial di Griya Hotel, Medan, Sabtu (14/9/2024).
Menurut Budi, adanya 8 medali emas yang diperebutkan dalam cabor gateball tersebut tentunya sebagai bentuk apresiasi dan juga kesempatan pada para atlet.
"Ini (8 medali emas) merupakan suatu hal yang sudah sangat luar biasa. Sebab, masing-masing kontingen, terutama kontingen daerah yang selama ini barangkali sedikit menyumbangkan medali emas, perak dan perunggu, maka memiliki peluang untuk mendapatkan medali," ujarnya.
Budi berharap, dengan adanya turnamen resmi gateball di PON ini tentu dapat menjadi perhatian oleh para kontingen, terutama para KONI provinsi.
"Apabila penyelenggaraan cabor gateball dalam PON XXI ini terselenggara dengan baik, maka insya Allah pada gelaran PON berikutnya akan diadakan lagi," sebutnya.
Bahkan, lanjutnya, kemungkinan nomor pertandingan bertambah menjadi 11 nomor yang memperebutkan emas.
"Ini tentunya memberi angin segar kepada pembinaan gateball di nusantara. Untuk itu, para kontingen, atlet, manajer hingga ofisial, mari kita melaksanakan pertandingan ini dengan jiwa sportivitas yang tinggi," ungkapnya.
Sementara itu, Pelatih Gateball Sumut, David Susilo Budi mengapresiasi Panitia Besar (PB) PON XXI yang telah menyiapkan 8 medali emas pada cabor gateball.
Ia pun berharap kontingen Sumut dapat meraih medali emas. "Target kami tidak muluk-muluk, yaitu 2 medali emas di cabor gateball," ucapnya. (PB PON XXI SUMUT/IDRIS)
FOTO BY PB PON XXI Sumut/ Andi Suhendri Rambe
MEDAN Praktisi dan pemrakarsa proyek infrastruktur, Marlis Pohan (MP), mengusulkan konsep Tiang Utilitas Bersama (shared multiutility p
News
Dipimpin Rahudman Harahap, Muktamar VIII IPHI di Bali Kembali Percayakan Erman Suparno Nahkodai Organisasi
kota
sumut24.co ASAHAN, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bandar Pulau (AMPB) melaksanakan aksi penyampaian aspirasi secara damai di halaman Kantor
News
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) mengaku peduli dan mendukung penuh program Pemko Medan terk
kota
Medan sumut24.co Ketua Perkumpulan Dosen Indonesia Sorak Gema Intelektual, Imanuel Tarigan, menegaskan bahwa pelayanan publik pada hakikat
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Asahan melangkah lebih dekat ke tengah masyarakat melalui kegia
News
sumut24.co ASAHAN , Keberhasilan pengembangan kasus yang dimulai dari penemuan sejumlah butir etomidate akhirnya mengantarkan tim kepolisia
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan secara resmi mencanangkan seka
News
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
MEDAN Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, diduga mendapat intervensi politik terkait penanganan aset Pemerintah
kota