Merdang Merdem 2026, Wali Kota Medan Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman
Medan Sumut24.co Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh warga untuk terus merawat rasa persatuan di tengah keberagaman
Kota
Baca Juga:
MEDAN - Laga perebutan medali perunggu futsal putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mempertemukan Sumatera Utara (Sumut) versus Papua Barat di GOR Futsal Dispora Sumut Jalan Willem Iskandar/Pancing, Medan, Minggu (08/09/2024), berlangsung panas. Keputusan wasit yang seringkali "aneh" dan cenderung merugikan Sumut, memancing emosi penonton.
Puncaknya, kedua tim terlibat saling dorong. Bahkan sempat terjadi baku pukul antar official. Wasit ikut jadi korban. Pelipisnya berdarah dan harus dievakuasi ke luar lapangan. Begitu pun pertandingan akhirnya bisa dilanjutkan setelah pelatih Sumut dan Papua Barat bersepakat untuk meredam emosi pemain masing-masing. Skor akhir 6-2 untuk Papua Barat, sekaligus memastikan mereka membawa pulang medali perunggu.
Papua Barat mengambil inisiatif ofensif sejak peluit kick off ditiup wasit. Mereka langsung mengurung pertahanan Sumut dan melancarkan gempuran terutama dari kedua sisi flank. Alhasil, laga baru berjalan satu menit gawang Sumut sudah kebobolan. Tendangan keras Maria Theresia gagal diantisipasi kiper Sumut.
Tersentak oleh gol cepat ini, Sumut berupaya membalas. Menit keempat, Sumut mendapatkan satu peluang emas ketika Adelia lepas dari pengawalan dan sudah berhadapan one on one dengan kiper Papua Barat. Namun saya eksekusinya belum berbuah gol.
Sumut terus menyerang tapi tidak pernah berhasil membongkar pertahanan Papua Barat yang rapat. Sebaliknya, Papua yang bermain taktis, cepat dengan umpan yang presisi dan transisi pemain antar lini yang mulus, mampu memporak-porandakan lini belakang Sumut. Empat gol tambahan Papua tercipta, sedangkan Sumut hanya mampu melesakkan satu gol lewat Jefri Sisri Simarmata.
Lahirnya gol ini sedikit mengubah atmosfer laga. Sumut mulai keluar dari tekanan dan mengendalikan ritme. Beberapa peluang diperoleh tapi sayangnya, lagi-lagi, gagal dikonversi menjadi gol.
"Kok gak dari tadi mainnya kayak gini. Sudah sempat kebobolan lima gol baru agresif," celetuk penonton perempuan dengan nada bicara kesal. "Semoga di babak kedua makin baik."
Harapan ini ternyata tidak menjadi kenyataan. Sumut memang berupaya meningkatkan tempo permainan. Pemain menggempur habis-habisan pertahanan Papua. Namun hal ini membuat emosi ikut pula terjelit. Para pemain mulai terlibat dalam benturan-benturan.
Ironisnya, dalam momentum krusial begitu, wasit kurang menunjukkan kebijakan dalam memimpin pertandingan. Ia bahkan banyak mengambil keputusan keliru yang makin membuat amarah pemain meluap-luap.
Menit ketujuh paruh kedua ketegangan pecah jadi kerusuhan. Para pemain saling dorong. Pelatih dan ofisial Sumut dan Papua masuk lapangan untuk melerai pertikaian. Namun, tensi yang kian tinggi ditambah keputusan-keputusan wasit yang juga makin "aneh", justru membuat pertikaian merembet ke luar lapangan. Official Sumut dan Papua Barat terlibat adu argumen yang meletup jadi adu jotos. Di lapangan, pemain saling dorong lagi.
Dalam situasi chaos, wasit tiba-tiba berlari ke pinggir lapangan sembari memegang pelipisnya yang berdarah. Pengawas pertandingan dan petugas keamanan langsung melakukan evakuasi. Sejauh ini belum diperoleh informasi bagaimana wasit bisa mengalami cedera.
Kegaduhan membuat laga berhenti selama kurang lebih 30 menit. Laga kemudian diteruskan, dipimpin wasit pengganti, dan berjalan lebih baik dari sebelumnya. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi langsung dikenai sanksi tegas. Pemain Papua Barat Linda Oktavia Jaisona mendapat kartu merah setelah melakukan pemukulan terhadap pemain Sumut Ni Kadek Vidieya Wijayanti.
Kedua tim masing-masing menciptakan satu gol di babak ini. Sumut berupaya mengejar ketertinggalan tapi margin skor memang terlalu jauh. Laga berakhir 6-2.
Pelatih Sayan Karmadi menilai kepemimpinan wasit, berat sebelah atau tidak, harus dipandang dari sisi-sisi yang berbeda.
"Tergantung perspektifnya dari mana. Kalau saya melihat masih tidak bisa dibilang buruk, meski memang tidak terlalu baik. Mengenai benturan-benturan antar pemain di lapangan saya kira juga normal, ya. Ini, kan, pertandingan perebutan medali, jadi wajar kalau tensinya tinggi, di samping ada faktor kelelahan pemain juga," ucapnya.
Pelatih Sumut Bantuan Mandai kecewa berat dengan kepemimpinan wasit yang menurutnya sangat berpengaruh pada performa pasukannya.
"Kami tidak minta dibela. Kami hanya kecewa dengan wasit sehingga banyak merugikan kami. Begitu pun kami mengucapkan selamat buat Papua Barat atas kemenangan ini," katanya.
Medan Sumut24.co Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh warga untuk terus merawat rasa persatuan di tengah keberagaman
Kota
SIMALUNGUN Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk, MA, terpilih sebagai Mudir (Ketua Harian) Jamiyyah
Umum
MAKASSAR Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, secara resmi melantik jajaran Pengurus PWI Sulawesi Selatan
News
Medan sumut24.co Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat serta respon cepat terhadap perubahan kualitas udara, Pemerintah
kota
Semarakkan HUT Golkar, DPD Partai Golkar Padangsidimpuan Gelar Jalan Sehat Berhadiah Doorprize Hingga Bagi Sembako
News
Dewas Penasehat ANTO GENK PENDAWA Harus Hadir Membantu Masyarakat
News
Aktivis 98 Kritik Prabowo soal Karhutla Pemilik Perusahaan Belum Tersentuh Hukum
News
Perkuat Konsolidasi, Pendawa Sumut Perkenalkan Pengurus dan Siap Gas Program Sosial
News
Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut Polri, Siapa Bertanggung Jawab? Telusuri Aliran Dana hingga ke Akar
News
sumut24.co PADANG LAWAS, PTPN IV Regional 2 menegaskan status hukum lahan seluas 65 hektare yang berada di Afdeling 8 Kebun Sosa, Kabupaten
News