Kamis, 27 Agustus 2026

Workshop Anyaman Dekranasda Sumut di Inacraft 2024 Diikuti WN Jepang

Administrator - Sabtu, 02 Maret 2024 20:40 WIB
Workshop Anyaman Dekranasda Sumut di Inacraft 2024 Diikuti WN Jepang
Istinewa


JAKARTA I Sumut24.co

Baca Juga:
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) kembali menampilkan Craft Workshop di panggung utama International Handicraft Trade Fair ( Inacraft) 2024, Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu (2/3). Melalui workshop kali ini, Dekranasda Sumut memperkenalkan anyaman unik dari Nias yang terbuat dari pandan duri yang banyak tumbuh di pantai.

Uniknya, peserta yang mengikuti pelatihan tersebut, selain berasal dari berbagai sumut24.co/tag/provinsi/" target="_blank">provinsi di tanah air, juga diikuti oleh tiga orang peserta warga negara Jepang. Ternyata memang kerajinan anyaman ini sejak dipamerkan di stan Dekranasda Sumut cukup menarik perhatian para pengunjung mancanegara, khususnya asal Negara Jepang dan Korea.

Dina Waoma, pengrajin anyaman asal Kota Gunungsitoli Nias menjelaskan, selama beberapa hari mengikuti pameran Inacraft ini, produknya mendapat respons yang sangat baik dari pengunjung Jepang dan Korea. Setiap ada WNA Jepang yang singgah di stan melihat produk anyaman tersebut, mereka antusias dan berseru "kawaii" yang dalam Bahasa Jepang secara harfiah berarti imut-imut, comel, molek, atau mungil.

Dina Waoma pada workshop tersebut menjadi instruktur, ditemani dua orang putrinya. Dengan telaten, mereka memberikan penjelasan tahapan pembuatan anyaman. "Karena ini untuk pemula, maka kami mengajarkan produk anyaman aksesoris yang mudah pembuatannya, seperti bross dan anting," jelas Dina.

Produk anyaman pandan khas Pulau Nias memang memiliki keunikan jika dibandingkan produk anyaman pandan dari daerah lain. Hal ini dikarenakan detail-detail berupa pola terawang yang rumit namun menghasilkan keindahan.

Anyaman pandan ini menurut Dina, sudah dibuat dari zaman leluluhur yang dilestarikan secara turun temurun. "Dahulu anyaman ini digunakan sebagai tempat sirih yang digunakan para raja dan permaisuri. Tempat sirih ini disebut bola nafo," ujarnya.

Dina beserta putri-putrinya sejak beberapa tahun belakang melestarikan teknik anyaman warisan leluhur dengan memproduksi berbagai produk anyaman. Bahan anyaman dikreasikan menjadi berbagai produk, seperti produk dekor rumah seperti tikar, tas, dompet, anting dengan berbagai motif terawang yang indah.

Pihaknya juga melibatkan perempuan-perempuan Nias dengan memberikan pelatihan dan pendampingan untuk dapat ikut memproduksi anyaman. "Membuat anyaman ini butuh waktu lama dan ketekunan yang tinggi. Kita tidak mungkin bisa maju sendiri, karena itu butuh menularkan keterampilan ini kepada orang lain," jelasnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rayakan HUT ke-81 RI, PLN UID Sumut Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen Hingga 25 Agustus
PLN UID Sumut Jaga Keandalan Listrik HUT RI ke-81, 3.069 Personel Disiagakan 311 Lokasi
TP PKK Sumut Monitoring PAAREDI di Tanjungbalai, RUMBIA Jadi Unggulan
Percepat Sertifikasi Aset Daerah, Wali Kota Tanjungbalai dan Kakanwil BPN Sumut Tinjau Pulau Milik Pemko
Bupati Asahan Hadiri Pelantikan DHD BPK 45 Sumut, Kobarkan Semangat 45 Bangun Generasi Berkualitas
PAD Sumut Tembus 50 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp6,97 Triliun Tercapai pada 2026
komentar
beritaTerbaru