Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
kota
Jakarta|SUMUT24 Di tengah santernya isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), saat ini pusat industri di beberapa daerah malah kesulitan mencari tenaga kerja baru.
Baca Juga:
- Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
- Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Layanan Tarif Air Minum di Percut Sei Tuan Dan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang
- Apresiasi Pameran Foto "Prahara Pulau Emas", Wali Kota Medan : Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
Angka itu berasal dari 40 perusahaan yang berasal dari realisasi investasi, baik investasi baru maupun perluasan usaha, yang masuk ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Jumlah kebutuhan tenaga kerja baru yang dibutuhkan 184.000 orang namun baru terserap 21.000 orang.
Kepala BKPM, Franky Sibarani menjelaskan, rata-rata perusahaan yang kesulitan mencari tenaga kerja tersebut tersebar di pusat industri baru seperti Jawa Tengah.
“Ada beberapa daerah yang memang ternyata daerahnya itu terjadi rebutan. Misalkan di Jawa Tengah, ada industri daerah Semarang tapi rekrut dari Wonogiri, terus Wonogori rekrut lagi dari Boyolali, Boyolali ambil dari Blora, dari Blora dari Cilacap,” ungkap Franky, Selasa (9/2).
Di Jawa Tengah, menurutnya, kesulitan mencari tenaga kerja baru biasanya datang dari pelaku industri tekstil dan alas kaki.
“Kayak Wonogiri, baru kita contoh support (dukung) investasi garmen, dia butuh pertama 2.000 tenaga kerja, sampai Desember dia baru 1.000 tenaga kerja,” papar Franky.
Dia mengungkapkan, tak ada yang salah dengan PHK jika memang itu merupakan strategi bisnis dalam rangka efisiensi biaya. Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menciptakan lapangan kerja yang lebih besar dibanding jumlah PHK.
“Kita melihat PHK itu biasa, yang lebih penting bagaimana pemerintah bisa menciptakan tenaga kerja yang lebih besar, daripada potensi PHK itu sendiri karena PHK tidak bisa dihindari, industri yang tadinya manual tapi kemudian ingin bersaing dan menggunakan teknologi, yah pasti melakukan mekanisasi dan pasti akan mengurangi, tapi apakah masalah?” tutup Franky.
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
kota
sumut24.co DeliserdangPerusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi layanan tarif
Umum
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi diselenggarakannya pameran foto bertajuk Prahara Pulau Emas yang
kota
sumut24.co DeliserdangGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang
Umum
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memperkuat profesionalisme organi
kota
sumut24.co MedanGallery Mustika Deli Dekranasda Medan menjadi ruang promosi sekaligus inkubasi bagi pelaku UMKM Kota Medan untuk mengemban
kota
sumut24.co LangkatDirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian P
Umum
Momen HUT ke 81 RI, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Serahkan JKM dan Beasiswa Pendidikan Anak
kota
Polri Dukung Swasembada Pangan, Polresta Deli Serdang turut laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak Di 17 Provinsi
kota
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota