Krisis Selat Hormuz dan Momentum Indonesia Membangun Ekonomi Selat
Krisis Selat Hormuz dan Momentum Indonesia Membangun Ekonomi Selat
kota
Pekanbaru I Sumut24.co
Baca Juga:
:Dua kelompok budaya berbeda dari dua provinsi, mengunjungi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) hari Ahad (29/10). Pertama, lembaga ini dikunjungi lebih dari 40 orang pengurus dan anggota badan musyawarah (Banmus) 1982 Suku Betawi . Ini disusul kunjungan Dewan Adat (DA) Provinsi Gorontalo.
Kedua kunjungan diterima pengurus LAMR antara lain Ketum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf dan Ketum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Datuk Seri Taufik Ikram Jamil. Selain itu adalah Datuk Prof Suwardi MS, Datuk Rustam Efendi, Datuk Syaukani al-Karim, Datuk Tarlaili, Datuk Jonnaidi Dasa, Datuk Anton Suryaatmaja, Datuk M. Fadli, dan Datuk Firman Edi.
Selain ke LAMR Provinsi, Banmus 1982 Betawi mengunjungi LAMR Kampar dan komplek percandian Muaratakus sehari sebelumnya. Di samping itu, mereka juga mengunjungi LAMR Siak sekaligus mengunjungi Istana Siak maupun objek sejarah lainnya, malahan ikut meraikan 300 tahun Kesultanan Siak. Kegiatan juga diisi dengan pemaparan masing-masing corak budaya setempat.
Baik Ketua Banmus 1982 Betawi H. Zainuddin MH, S. E. dan Ketua Harian DA Gorontalo Alim Niode mengatakan, kunjungan ke LAMR Riau dimaksudkan untuk menimba pengalaman dalam mengorganisir adat sebagai wadah berhimpunnya nilai-nilai. Selain utu untuk menggali potensi kerja sama dalam membangun adat sebagai keperluan mendasar masyarakat.
Kepala Kesbang DKI Jakarta, H. Taufan Bakri yang mendampingi Banmus 1982 Betawi mengatakan, bagi pemprov Jakarta, kunjungan itu juga untuk menyelami pengalaman LAMR dalam kaitannya bermitra dengan pemerintah. Sejauh mana kolaborasi antara pemerintah dengan LAMR dalam membangun masyarakat dapat diwujudkan, patut dipelajari sedalam mungkin sebagai bahan untuk membangun adat di Jakarta yang menempatkan Betawi sebagai penduduk asli di megametropolitan.
Berbagai kesamaan antara Betawi , Gorontalo, dan Riau, tampak nyata. Hal ini terutama pada dasar nilai masyarakat pada masing-masing daerah yakni Islam. Belumm lagi menyangkut dengan sejarah dan tantangan bersama-sama pada masa depan. Bancuhan kesadaran sebagai anak bangsa dengan beragam perkembangan kesejagatan, memerlukan kerja sama yang harus dibentuk terus-menetus antara lain lewat penelitian bersama dan silaturrahmi.(red)
Krisis Selat Hormuz dan Momentum Indonesia Membangun Ekonomi Selat
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut langsung kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci945 yang
kota
PROLETAR SURATI KAPOLRESTABES MEDAN, KAPOLDASU HINGGA KAPOLRI PERTANYAKAN LAMBANNYA PENANGANAN LAPORAN
kota
Medan Sumut24.co Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut langsung kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci945 yang
News
Aktivitas Gunung Sorikmarapi Meningkat, Ini Himbauan Bupati Madina Saipullah Nasution Saat Turun Langsung Pantau Pos Pengamatan
kota
Menguatkan nilai kemanusiaan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu
kota
Medan sumut24.co Polemik pengelolaan sampah di Kota Medan yang sebelumnya disorot oleh Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitom
kota
Diduga Bebas Beraksi, Pelangsir Angkut 180 Liter Pertalite Subsidi di SPBU Transit Batangkuis
kota
sumut24.co MedanSebanyak 320 jurnalis dari berbagai daerah di Sumatera Utara siap bertanding dalam Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara
Sport
sumut24.co MedanSuasana hangat dan penuh kekeluargaan begitu terasa saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri acara Halal B
kota