Minggu, 26 Juli 2026

Tertibkan Satpam Liar di Komplek Tasbih

Administrator - Selasa, 14 Juni 2016 06:56 WIB
Tertibkan Satpam Liar di Komplek Tasbih

Medan I SUMUT24

Baca Juga:

Paguyuban Warga Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah (Pagar Tasbih) meminta aparat pemerintah Kota Medan dan Kepolisian Resort (Polres) Kota Medan, segera menertibkan Satpam Liar di areal Komplek Tasbih. Selama hampir satu bulan ini, warga Tasbih diresahkan kehadiran satpam liar yang bertindak seolah-olah menjaga keamanan di komplek tersebut.

“Kita minta agar Pemko Medan dan Polresta Medan bertindak tegas. Satpam liar yang tidak mempunyai izin beroperasi di komplek Tasbih, agar segera ditertibkan,” kata Ketua Pagar Tasbih, Aulia Andri kepada wartawan, Senin (13/6).

Menurut Aulia Andri, insiden bentrokan satpam yang selama ini menjaga keamanan komplek dengan gerombolan satpam liar itu, sempat terjadi beberapa hari lalu. Insiden ini mengakibatkan sejumlah satpam luka dan meresahkan warga.

“Bentrokan itu jelas meresahkan warga. Ini kok sudah kayak pasar saja. Rebutan menjaga keamanan malah meresahkan. Bukan membuat warga menjadi hidup tenang,” tegas Aulia Andri yang juga merupakan Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara.

Aulia juga menjelaskan, Pagar Tasbih merupakan perkumpulan warga yang legal dengan sudah didaftarkan ke notaris Gongga Marpaung, SH. Ditambahkannya, para pendiri Pagar Tasbih sudah menunjuk dirinya menjadi ketua dewan pengurus dan meminta untuk menjelaskan pada para pemangku kepentingan di dalam dan luar komplek, terkait situasi di komplek itu.

“Jadi dapat saya jelaskan bahwa, jika ada yang mengaku-aku sebagai wadah tunggal warga Tasbih, itu ngawur. Setiap warga negara berhak berkumpul dan berserikat. Maka itu, Pagar Tasbih hadir untuk membangun komunikasi dengan berbagai pihak guna menciptakan lingkungan yang damai, aman dan tentram di komplek ini,” katanya.

Aulia Andri, yang merupakan Wakil Ketua PC NU Medan, juga menceritakan bahwa ada beberapa orang yang mengatasnamakan himpunan warga, saat ini, berupaya untuk membuat kondisi tidak nyaman. Bahkan katanya, ada upaya untuk membuat konflik SARA.

“Saya sendiri sudah mengadukan persoalan ini ke pengurus Mesjid Musabbihin di Komplek Tasbih dan beliau mengatakan tahu siapa yang mengirim sms berbau konflik SARA tersebut. Karena dianggap tidak mendukung gerakan mereka, saya diancam tidak boleh diurus Mesjid Musabbihin jika saya meninggal dan disuruh diurus oleh warga beragama Kristen. Ini kan sangat tendensius ke arah SARA,” ungkap Aulia Andri lagi.

Aulia kemudian mendesak agar Pemko Medan dan Polresta Medan bisa segera turun tangan untuk mencari jalan keluar terhadap konflik yang menjurus kearah SARA.

“Jadi ini sebenarnya serius. Ada yang ingin ambil proyek keamanan dan kebersihan di komplek ini, tapi pakai jurus pecah belah dan adu domba antar warga berbeda agama,” demikian Aulia Andri. (rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
UNPAB Dukung Pelestarian Warisan Pemikiran Bangsa melalui Peluncuran Buku Karya Iskandar, S.T. Menelusuri Jejak Pengabdian dan Lahirnya Suryapalohisme
Jalan Panyabungan–Muara Soma Makan Korban, H. Syahrir Nasution Desak Gubsu Segera Bertindak, Dana Perbaikan Diduga Sudah Ada
H. Ikrom Helmi Nasution Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumut 2026–2031
Bahas Penguatan Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Bupati Solok Ikuti Audiensi APKASI Bersama Pimpinan DPR RI
UNPAB Perkuat Kebersamaan dan Profesionalisme melalui Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen
Perluas Akses Pembiayaan UMKM, Bank Sumut Resmi Jadi Mitra Penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemko Batam
komentar
beritaTerbaru