Kembalikan Marwah Partai Ka'bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Medan I SUMUT24
Baca Juga:
Paguyuban Warga Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah (Pagar Tasbih) meminta aparat pemerintah Kota Medan dan Kepolisian Resort (Polres) Kota Medan, segera menertibkan Satpam Liar di areal Komplek Tasbih. Selama hampir satu bulan ini, warga Tasbih diresahkan kehadiran satpam liar yang bertindak seolah-olah menjaga keamanan di komplek tersebut.
“Kita minta agar Pemko Medan dan Polresta Medan bertindak tegas. Satpam liar yang tidak mempunyai izin beroperasi di komplek Tasbih, agar segera ditertibkan,” kata Ketua Pagar Tasbih, Aulia Andri kepada wartawan, Senin (13/6).
Menurut Aulia Andri, insiden bentrokan satpam yang selama ini menjaga keamanan komplek dengan gerombolan satpam liar itu, sempat terjadi beberapa hari lalu. Insiden ini mengakibatkan sejumlah satpam luka dan meresahkan warga.
“Bentrokan itu jelas meresahkan warga. Ini kok sudah kayak pasar saja. Rebutan menjaga keamanan malah meresahkan. Bukan membuat warga menjadi hidup tenang,” tegas Aulia Andri yang juga merupakan Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara.
Aulia juga menjelaskan, Pagar Tasbih merupakan perkumpulan warga yang legal dengan sudah didaftarkan ke notaris Gongga Marpaung, SH. Ditambahkannya, para pendiri Pagar Tasbih sudah menunjuk dirinya menjadi ketua dewan pengurus dan meminta untuk menjelaskan pada para pemangku kepentingan di dalam dan luar komplek, terkait situasi di komplek itu.
“Jadi dapat saya jelaskan bahwa, jika ada yang mengaku-aku sebagai wadah tunggal warga Tasbih, itu ngawur. Setiap warga negara berhak berkumpul dan berserikat. Maka itu, Pagar Tasbih hadir untuk membangun komunikasi dengan berbagai pihak guna menciptakan lingkungan yang damai, aman dan tentram di komplek ini,” katanya.
Aulia Andri, yang merupakan Wakil Ketua PC NU Medan, juga menceritakan bahwa ada beberapa orang yang mengatasnamakan himpunan warga, saat ini, berupaya untuk membuat kondisi tidak nyaman. Bahkan katanya, ada upaya untuk membuat konflik SARA.
“Saya sendiri sudah mengadukan persoalan ini ke pengurus Mesjid Musabbihin di Komplek Tasbih dan beliau mengatakan tahu siapa yang mengirim sms berbau konflik SARA tersebut. Karena dianggap tidak mendukung gerakan mereka, saya diancam tidak boleh diurus Mesjid Musabbihin jika saya meninggal dan disuruh diurus oleh warga beragama Kristen. Ini kan sangat tendensius ke arah SARA,” ungkap Aulia Andri lagi.
Aulia kemudian mendesak agar Pemko Medan dan Polresta Medan bisa segera turun tangan untuk mencari jalan keluar terhadap konflik yang menjurus kearah SARA.
“Jadi ini sebenarnya serius. Ada yang ingin ambil proyek keamanan dan kebersihan di komplek ini, tapi pakai jurus pecah belah dan adu domba antar warga berbeda agama,” demikian Aulia Andri. (rel)
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Disorot Debu Bertebaran, Tanpa Plank Proyek
News
Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut
News
Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas
News
Adik Kandung Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport
VANDUNG Sebanyak 25 advokat baru resmi diangkat oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) di wilayah huk
Hukum