MEDAN | SUMUT24
Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution berharap melalui pertunjukkan Teater Nasional (Tena) Medan yang menggelar pertunjukan monolog bertajuk “Prista Istri Kita†menjadi momentum kebangkitan berkesenian di Kota Medan.
Baca Juga:
“Ibukota Provinsi Sumatera Utara ini memiliki roh berkesenian dan beberapa tahun ini roh atau jiwa berkesenian mengalami disorientasi,” ujar Akhyar.
Harapan ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan ketika menyaksikan pertunjukkan teater monolog “Prita Istri Kita” di Maple Theatre Grand Aston City Hall Medan, Minggu (15/5). Apalagi banyak anak Medan yang memiliki bakat dan kreatif, tentunya bakat ini harus terus dikembangkan.
“Pemko Medan siap membantu guna menyalurkan bakat tersebut. Kita harus isi bersama jiwa berkesenian di Kota Medan, sehingga medan menjadi kota seni, bukan hanya fisik saja yang dibangun,” kata Akhyar.
Mantan anggota DPRD Medan ini mengaku merasa sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada Tena Medan atas pertunjukan yang digelarnya “Prita Istri Kita” karya Arifin C.Noer yang disutradarai Yan Armani Lubis. Akhyar ingin teater karya anak Medan ini dapat membangkitkan motivasi pelakon seni teater di Kota Medan.
“Saya bangga Tena Medan mengingat sejarah teater nasional. Medan merupakan gudang orang seni yang mengembangkan dunia teater, tercatat ada sejumlah karya diantaranya pak tuntung yang terkenal berasal dari Kota Medan. Teruslah berkaryaâ€. Kata Akhyar.
Selanjutnya Akhyar menambahkan kesannya, setelah nonton pertunjukan “Prita Istri Kita” yang berceritakan tentang pribadi seorang istri. Prita yang terbuai nafsu duniawi. Dikatakannya Mas Broto sebagai lelaki pengecut yang bodoh, karena suaminya itu menolak pemberian amplop seorang juragan agar suaminya mau menolong anak juragan itu naik kelas. Selain itu dikatakannya mas Broto seperti seekor harimau bertenaga cacing.
Kemudian Prita sudah menyatakan diri masuk ke ruang fatamorgana dan sengaja alam pikirannya dininabobokan memberi romantik berbungkus semboyan percintaan hidup sepanjang mati seliang bersama Mas Beni Brewok Bekas pacarnya. Sampai akhirnya suami mengetuk pintu dan menyadarkan Prita dari imajinasinya.
Akhyar menilai, peran Prita yang dilakoni Wan Ndoet Hayati memainkan peran dengan karakter sangat baik. “Saya sangat terhibur dengan pertunjukkan teater ini, semoga akan ada lagi pertunjukkan berikutnya, “ harapnya.
Sebelumnya Yan Armani Lubis selaku sutradar menjelaskan, Tena yang berdiri di Medan sejak 28 Oktober 1963 atas prakarsa lima anak muda berjuluk ” Pendawa Lima”. Dengan moto ” akrab kedalam, simpatik ke luar”, serta tradisi diskusi feeling of mind, Tena telah mementaskan naskah drama standard sejumlah karya penulis ternama.
“Setelah tidak berproduksi, Tena kembali menyambangi publik, lewat lakon monolog karya Arifin C.Noer yang dilakoni Ndoet. semangat berkesenian masih menyala meski hari – harinya disibukkan dengan berbagai aktifitas pribadi,†jelas Yan Armani. (W07)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News