Batalyon Parako 463 Pasgat Raih Samkaryanugraha, Catat Dedikasi Pengabdian untuk Bangsa
JAKARTA SUMUT24.CO Batalyon Parako 463 Pasgat Pancawara kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada puncak peringatan Hari Ulang Tahu
News
Medan–SUMUT24 Puluhan orang yang tergabung dalam dari Masyarakat Sumut Anti Kekerasan Seksual melakukan aksi pengumpulan tanda tangan di Lapangan Merdeka, Minggu (15/5).
Baca Juga:
“Hingga saat ini, Pemko Medan tidak serius dalam memberikan perlindungan terhadap kekerasan perempuan dan anak. Maka pantas Kota Medan disebut Kota yang tidak layak untuk perempuan dan anak,” tegas Ketua Aliansi Sumut Bersatu (ASB) Ferianto Sihotang.
“Kasus kekerasan seksual menduduki rangking tertinggi. Modus yang dilakukan terhadap pelaku sangat membahayakan anak,” katanya.
Negara sampai saat ini tidak mendukung serta responsif terhadap kekerasan terhadap anak dan perempuan. Tak hanya itu, rasa aman, perlindungan, proses hukum yang dilakukan juga tidak pernah ada. “Fasilitas pelayanan untuk korban sangat minim dan jumlah kekerasan seksual terus bertambah,” ujarnya.
Untuk itu, Masyarakat Sumut Anti Kekerasan Seksual meminta kepada pemerintah untuk memenuhi hak dan melindungi perempuan dan anak. Mereka juga meminta Kapolda Sumut untuk mengevaluasi kinerja unit PPA di seluruh jajarannya, agar memiliki perspektif yang tinggi terhadap perempuan dan anak.
“Sumut dan Medan harus menjadi Kota ramah anak dan perempuan. Pemerintah harus memenuhi hak, menaikkan anggaran dan mengalokasikannya untuk kepentingan perempuan dan anak,” ungkapnya.
Tak hanya itu, mereka juga meminta lawan dan hentikan semua bentuk- bentuk kekerasan seksual. “Kami mau Sumut dan Medan menjadi Kota yang ramah dan aman untuk anak dan perempuan,” pungkasnya.
Sementara, Direktur Eksekutif Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Misran Lubis mengatakan, kekejaman pelaku seksual telah telah merenggut ratusan ribu korban di seluruh Indonesia, dan terus terjadi setiap harinya.
“Dari catatan kasus kejahatan/kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilaporkan setiap tahunnya, kejahatan seksual merupakan bentuk kasus yang paling tinggi,” katanya.
Sebagai contoh laporan kekerasan terhadap anak yang dilaporkan pada tahun 2015, kata Misran, dari 70 kasus yang dilaporkan sebanyak 51,4 persen (36 kasus) adalah kekerasan seksual.
Sebagian besar kasus kekerasan yang dialami anak bersifat kekerasan seksual. Sebagian besar kasus kekerasan seksual tidak dapat diproses secara hukum, karena sulitnya alat bukti dalam penyidikan.
“Pembuktian terhadap kekerasan seksual masih fokus pada alat kelamin dari korban kekerasan seksual. Visum yang menunjukkan tidak adanya kerusakan pada vagina, membuat pelaku tidak dapat diproses secara hukum. Padahal, pelecehan seksual tidak selalu membekas secara fisik, namun selalu mengganggu psikis dan mempengaruhi kejiwaan korban,” jelasnya.
Misran menilai, saat ini penegak hukum juga kesulitan untuk membawa pelaku untuk mendapat hukuman yang terberat. “Membawa pelaku kekerasan seksual untuk mendapatkan hukuman berat atau seumur hidup, sehingga pelaku tidak dapat lagi bersosialisasi dengan dunia luar, itu yang sulit. Padahal di negara lain hukuman tersebut telah berlaku,” ucapnya.
Untuk itu, Misran meminta kepada pemerintah dapat menyusun kebijakan-kebijakan yang mempertimbangkan hak anak. Pemerintah juga harus dapat terus bersosialisasi tentang hak anak dan memantau perlakuan masyarakat agar anak dapat memperoleh hak perlindungan yang setara dengan orang dewasa.
“Masyarakat juga harus lebih waspada dan mampu mengenali segala jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya.
Aksi membubuhkan tandatangan itu berasal dari beberapa organisasi, yaitu Aliansi Sumut Bersatu, Fitra Sumut, Bakumsu, Hari Institut, Pusham Unimed, SOI, Cangkang Queer, PKPA, KSPPM dan KPAD Samosir. (int)
JAKARTA SUMUT24.CO Batalyon Parako 463 Pasgat Pancawara kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada puncak peringatan Hari Ulang Tahu
News
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Disorot Debu Bertebaran, Tanpa Plank Proyek
News
Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut
News
Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas
News
Adik Kandung Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport