Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
kota
Baca Juga:
Medan I SUMUT24
Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar berharap pemerintah pusat segera menunjuk Wali Kota Medan definitif. Kekosongan jabatan pasca tersangkanya Dzulmi Eldin, dikhawatirkan mengganggu pelayanan publik.
Menurut dia, dari perspektif pelayanan publik Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus lebih meningkatkan pelayanan yang berintegritas. “Saya percaya jajaran Pemko Medan, terutama ASN dari yang rendah sampai yang tinggi mampu menunjukkan pekerjaan yang baik, memberikan pelayanan publik yang jujur, berintegritas, dekat dengan masyarakat, tidak menyulitkan masyarakat,” kata Abyadi, di Medan, Senin (21/10).
Dikatakan, setelah tiga Wali Kota Medan terjerat kasus hukum, kepala daerah selanjutnya harus bekerja dengan baik, sehingga persepsi masyarakat tidak buruk.
“Pemko Medan harus menunjukkan, bahwa mereka betul-betul bekerja dengan baik, sehingga persepsi publik yang selama ini buruk, berubah menjadi baik,” katanya.
Wali kota harus segera didefinitifkan, ya itu lebih baik. Dia mengingatkan, dalam mengambil kebijakan berkaitan dengan pelayanan publik, ada perbedaan mencolok jika dipegang wali kota definitif dan seorang pelaksana tugas.
“Semua ada mekanismenya. Wali kota harus segera didefinitifkan, ya itu lebih baik. Karena agar tidak mengganggu pelayanan publik. Kalau pelaksana tugas ada aturannya, definitif ada aturannya. Dan pelayanan publik juga ada jenjangnya, seperti pengerjaan proyek ada juga aturannya. Kekosongan kursi wali kota jangan sampai mengganggu pelayanan publik,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Medan.
Dia diamankan bersama beberapa orang lainnya, antara lain Kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar, Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari, ajudan Wali Kota Medan Aidiel Putra Pratama dan Sultan Solahudin pada Selasa 15 Oktober 2019.
Dalam perkara ini, Dzulmi diduga menerima sejumlah uang dari Isa Ansyari. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain Dzulmi Eldin, juga Syamsul Fitri Siregar dan Isa Ansyari.
Praktis roda pemerintahan pasca OTT KPK beralih ke tangan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution. Namun sejauh ini, Akhyar belum menerima SK dari pemerintah pusat untuk menduduki jabatan pelaksana tugas apalagi wali kota definitif. (red)
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
kota
PC PMII Pekanbaru Gaspol! Pelatihan OSIS 2026 Cetak Pemimpin Muda Kreatif Menuju Indonesia Emas
kota
Meriah dan Penuh Haru! MTQ ke58 Tapsel Ditutup, Bupati Gus Irawan Serukan Kebangkitan Generasi Qur&rsquoani
kota
Palas Sumut24.co Bupati Padang Lawas (Palas), Putra Mahkota Alam Hasibuan (PMA), meninjau langsung kondisi jembatan titi gantung atau Ram
kota
Digerebek Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan, Rumah Kosong Diduga Jadi Tempat Pesta Sabu
kota
Sat Reskrim Polres Padang Lawas Sukses Amankan Penutupan MTQ ke16 di Barumun Baru
kota
Perangi Narkoba, Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Gelar Razia Tempat Hiburan Malam
kota
Ketua DPRD Padangsidimpuan Tegaskan Pembangunan Akhlak Harus Sejalan dengan Infrastruktur di Pembukaan MTQ keXXV
kota
Sosok H. Zainuddin Nasution, Politisi Gerindra yang Konsisten Suarakan Aspirasi Masyarakat Madina
kota
Medan Persatuan Tenis Meja Eksekutif Sumatera Utara (PTMESU) akan menggelar Pembukaan Turnamen Pingpong Lansia SeKota Medan pada Jumat
kota