Lengkapi Mobilitas Kota Medan, Bluebird Prime Hadirkan Pengalaman "Next-Level Comfort"
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Kota Medan dulunya didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi dan kemudian dari sebuah desa berkembang menjadi sebuah pusat perkotaan. Dan dari dulu, tidak pernah kita lihat orang Karo menjadi Wali Kota Medan ini.
Padahal kita sama-sama tahu, yang mendirikan kota Medan adalah Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1950. Ini harusnya menjadi cemeti bagi orang Karo dan sudah saatnya orang Karo muncul jadi calon wali kota Medan untuk bertarung pada Pilkada 2020, kata Pengamat Sosial Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum yang didampingi Ketua Presidium KAMKA 93 (Keluarga Besar Muslim Karo 93) H Hasan Sebayang SE dan Sekjen KAMKA H Ir Tambah Karo-Karo di Medan, Senin (5/8).
Dikatakan Wara, dengan penduduk Kota Medan yang heterogen, kita dorong dan cari siapa kira-kira tokoh-tokoh Karo yang punya kapasitas, kapabilitas untuk diajukan menjadi kandidat Wali Kota Medan pada 2020 yang akan datang.
Orang Karo perlu maju sebagai calon Wali Kota karena harkat dan jati diri masyarakat Karo sebagai pendiri Kota Medan. Karena sejak berdiri Kota Medan ini sampai sekarang tidak pernah muncul tokoh Karo dan tidak berani mencalonkan diri. Bila tercapai target jadi Wali Kota Medan, maka ini mengangkat harkat dan martabat orang Karo sebagai pendiri Kota Medan, kata Wara.
Saya ada dengar yang ingin maju dalam wacana yaitu Sidarta Pelawi yang berdomisili di Jakarta dan disebut sebagai cucu dan keturunan Guru Patimpus. Kita harus apresiasi dan dukung rencananya tersebut untuk maju. Dan kita harapkan akan muncul juga nama-nama tokoh karo lainnya. Tapi dalam berpolitik ini, kita tidak boleh terlalu ngotot, kalau tidak jadi Wali Kota, wakilnya pun jadilah,kata Wara.
Tujuan politik memang untuk cari kekuasaan. Dalam berpolitik ada target maksimal dan minimal. Untuk menjadi calon saja belum pernah kita lihat orang Karo muncul di Kota Medan.
Dikatakan Wara, dari segi skill dan kemampuan mungkin banyak tetapi dalam kontek politik kita yang masih butuh duit dan materi memiliki peran penting dalam berkompetisi. Artinya calon itu selain punya skil , juga harus punya uang untuk modal bertempur dalam pilkada sekarang ini. Kalau tidak ada uang jangan harap. Biaya operasional untuk ikut ditahap awal saja sekitaran Rp25 miliar.
Tapi, saya yakin banyak orang Karo yang mampu, tapi masih malu-malu dan sungkan. Orang Karo sifatnya low profil, rendah hati dan rendah diri. Kepada para politisi Karo dihimbau supaya mencari figur orang Karo menjadi Wali Kota Medan. Kalau boleh dikawinkan calon wali kota Medan dari Karo dan Melayu atau Melayu- Karo,katanya lagi.
Dijelaskan Wara, suku Karo itu nasionalis dan berfikirnya rasional, cepat beradaptasi dengan kelompok mana pun dan tidak eksklusif, tapi terbuka dan cocok dengan semua suku dan agama. Sehingga kelak Kota Medan lebih cepat majunya. (C04)
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
kota
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
kota
Medan Sumut24.coGubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menj
Politik
Tim Sembilan Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Terkait Tiga Perkara TPPU Tersangka FA, Enam Mangkir
kota
Kejati Kalbar Lakukan Pemeriksaan Internal Terkait Dugaan Keterlibatan Pegawai Kejari Sekadau
kota
Asahan sumut24.co Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani SH SIK MH menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Pondok Pesantren Tuan Guru Sy
News
Asahan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, dua pri
Hukum
Asahan sumut24.co Komitmen Satres Narkoba Polres Asahan dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan melalui pemusnahan barang
Hukum
SPBU di Depan Lapangan Segitiga Diduga Jual BBM Subsidi Menggunakan Jerigen Dalam Karung Beras
kota