MTQ Ke 23 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Resmi Dibuka Bupati
MTQ Ke 23 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Resmi Dibuka Bupati
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Merasa aspirasi tak ditanggapi, beberapa warga melabrak Kantor Lurah Tegal Sari III, Kec Medan Area. Kedatangan warga ini merupakan yang ke dua kalinya. Karena sebelumnya laporan mereka terkait permintaan pencopotan Kepling VII, Kel Tegal Sari III, Kec Medan Area, Aman Siregar (Bayo) belum juga ada titik terang. Warga kesal dengan kinerja kepling yang dinilai tak beres dalam melayani warganya.
Pantauan wartawan, Senin (2/10/2018), warga yang hadir dikantor lurah merupakan perwakilan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama. Kedatangan warga tersebut diterima langsung oleh Lurah Tegal Sari III, Laurentius. Dalam pembicaraan tersebut sempat terjadi adu mulut antara Lurah dan warga, namun untung tidak terjadi keributan disana.
“Kami hanya meminta ketegasan lurah atas keluhan warga untuk segera mencopot kepling. Namun keluhan warga ini seperti tak direspon. Sehingga kami langsung melabrak lurah di kantornya untuk meminta keseriusannya dalam menangani masalah ini,” ujar salah satu Tokoh Pemuda, Safaruddin Rambe, didampingi Tokoh Agama, Insa Nasution, dan masyarakat.
“Sudah 13 tahun Aman Siregar menjadi kepling namun aspirasi warga selama ini tidak didengarnya. Misalnya lingkungan kami tidak pernah ada gotroy sehingga parit banyak tersumbat. Selain itu, keamanan lingkungan juga tidak berjalan sehingga marak aksi pencurian dilingkungan kami,” tambah Safaruddin Rambe
Ditambahkan Safaruddin Rambe, sebelumnya ratusan warga juga telah melakukan musyawarah menuntut Kepling Aman Siregar dicopot.
“Kita telah menggelar musyawarah dan rapat yang dihadiri sedikitnya 117 warga di SD Alwashliyah Jln Bromo Gg Santun Ujung. Dari hasil tersebut, warga sepakat agar Kepling Aman Siregar dicopot dan digantikan oleh Sori Pada Muda Pane untuk menjadi Kepling Lingkungan VII, Kel Tegal Sari, Kec Medan Area. Warga menilai Sori Pada Muda Pane memiliki program yang sangat membantu masyarakat,” tambahnya.
Hal senada juga ditambahkan salah satu Tokoh agama, Insa Nasution. Menurutnya keinginan masyarakat untuk meminta kepling dicopot ini murni tanpa ada sentimen dan intervensi manapun.
Selain itu, warga menilai pihak kelurahan dan kepling juga minim dalam keterbukaan informasi, baik soal pembangunan dan bantuan dari pemerintah. Beberapa tahun belakangan bantuan yang biasanya ada dari pemerintah tak pernah didapatkan warga lagi. Malah mereka menilai, sekali ada bantuan penerimanya tak tepat sasaran dan infonya tak pernah terbuka ke warga.
“Sebagai contoh, uda 10 tahun honor BKM Masjid Al Misbah yang ada ditempat kami tak pernah diterima dengan pengurus BKM. Pihak kelurahan mengklaim bahwa bantuan itu tidak ada lagi dari KUA, dan katanya SK BKM kepengurusan yang baru belum ada. Sementara kami sudah mengirim berkas ke kepling namun sampai sekarang SK BKM belum juga siap,” ujar Insa.
Sementara itu, Lurah Laurensia mengaku tidak punya wewenang dalam menetapkan pencopotan kepling, wewenang tersebut ada di camat.
“Jadi mengacu pada peraturan UU yang ada, camat yang berhak dalam melakukan pergantian kepling jadi bukan lurah,” kata lurah sembari mengaku bahwa dirinya tidak menanggapi surat warga sebelumnya karena dalam surat tersebut lurah diminta untuk mencopot kepling.
Terkait soal bantuan pemerintah, Laurentius mengaku kalau memang belum ada bantuan pemerintah yang ada untuk warga disini. Dulu sempat ada bantuan dari Disperindag, tapi bantuan itu seharusnya bukan untuk warga disini namun saya memohon pihak Disperindag untuk memberikannya kesini dan itu dikabulkan.
Sedangkan terkait honor untuk BKM Masjid yang belum dibayar selama 10 tahun, Laurentius mengaku tidak tau soal hal itu. Bahkan salah satu staf kelurahan disana juga membenarkan hal itu. Namun ketika warga ingin meminta data rekening honor BKM terakhir, sayangnya pihak kelurahan tak bisa menunjukkannya.
“Memang gak ada KUA ngasih honor itu, kalau gak percaya cek aja disana, kita punya data pengiriman rekening honor BKM yang terakhir, namun filenya di komputer dan sekarang mati lampu sehingga gak bisa dibuka datanya,” ujar salah satu wanita yang menjadi staf di kelurahan Tegal Sari III waktu itu.
Usai berdialog dengan lurah, warga berharap agar lurah bisa menyampaikan aspirasi ini ke camat untuk segera mencopot kepling. Kalau ini tak direspon juga maka warga akan melakukan demo ke kantor camat Medan Area.
MTQ Ke 23 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat Resmi Dibuka Bupati
kota
sumut24.co MedanAda alasan kenapa program IM3 Pasti Simpel terus menarik perhatian pelanggan Sumatra cara ikutannya mudah, hadiahnya ny
Ekbis
Medan sumut24.co Usai membongkar praktek peredaran narkoba di Phantom KTV yang berada di Jalan Adam Malik Medan, Sabtu (23/5/2026) pagi ke
Hukum
ESENSI HAJI DARI RITUAL MASSAL KE REVOLUSI BATIN
kota
Duo Hasrimy Bersaudara Disebut dalam Dua Perkara Dugaan Korupsi Smartboard di Sumut
kota
PEMBATALAN OPERASI TULANG BELIKAT SAMUEL SIMANJUNTAK DIPERTANYAKAN"
kota
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
BANDA ACEH Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang diduga melarang wartawan melakukan peliputan di sekolah penerim
News
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ keXXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
News
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Umum