sumut24.co -
Medan,
Kendati 79 Tahun Indonesia sudah Merdeka, Namun di
Medan saalah satu kota Metropolitan ke tiga terbesar di Indonesia, warganya yang harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai akses keluar masuk lingkumgan bahkan ke sekolah.
Baca Juga:
Fakta ini terungkap saat Komisi IV DPRD
Medan menggelar Rapat Evaluasi realisasi anggaran Tahun 2024 dengan Dinas Sumber Daya Aair Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota
Medan di ruang Komisi IV gedung DPRD
Medan, Jumat (27/12/2024).Seperti yang diutarakan anggota Komisi IV Rommy Van Boy (Golkar), dari hasil kunjungan mereka bersama anggota dewan lainnya beberapa pekan lalu ke Jl Starban Gg Bilal Lingkunggan 10
Kelurahan Polonia,
Kecamatan
Medan Polonia. Menerima keluhan masyarakat selalu kesulitan akses keluar masuk tempat tinggal mereka.
Pasalnya kata Rommy, warga harus menggunakan
Rakit menyeberangi sungai Babura. "Anak sekolah selalu kesulitan menyeberang sungai menaiki
Rakit apalagi saat sungai banjir meluap," sebut Rommy menirukan keluhan warga.Pada kesempatan itu, Rommy mendesak supaya Pemko
Medan dapat membangun jembatan penyeberangan. "Kasihan warga apalagi anak sekolah selalu terancam bahaya saat melewati Sungai," ujar Rommy.
Selain itu, anggota dewan lainnya El Barino Shah SH (Golkar) juga menyampaikan keluhan warga terkait longsor/ambruk pinggiran Sungai Denai persis di Jl Air Bersih Ujung/Jl Speksi Lingkungan IV
Kelurahan Binjai
Kecamatan
Medan Denai.Disebutkan El Barino, akibat longsor kondisi Jalan Speksi terancam putus karena amblasnya pinggir sungai. Untuk itu perlu penanganan serius dari Pemko
Medan berupa pembuatan bronjong karena rumah penduduk nyaris tergerus aliran sungai.
"Kita berharap Pemko
Medan segera dilakukan penanganan serius sebelum terjadi kerugian lebih besar," ungkap El Barino Shah.Menyahuti pernyataan ke dua anggota dewan,
Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak yang juga selaku pimpinan rapat minta Dinas SDABMBK supaya kasus diatas menjadi perhatian serius. "Kita berharap persoalan diatas supaya skala prioritas dilakukan perbaikan," tegas Paul MA Simanjuntak (PDIP).
Menanggapi yang disampaikan anggota dewan, Kadis SDABMBK Kota
Medan Ir Gibson Panjaitan mengatakan, hal itu akan menjadi perhatian pihaknya. Namun untuk melakukan perbaikan ke dua hal diatas jarua ada rekomrndasi dari Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS)."Kami sangat berharap dukungan DPRD
Medan untuk kondinasi dengan BWSS dapat lebih cepat," ujar Gibson.
Hadir saat rapat,
Ketua Komisi Paul MA Simanjuntak, Wakil
Ketua Komisi M Afri Rizki Lubis, Sekretaris Dame Duma Sari Hutagalung, Antonius Devolid Tumanggor (Nasdem), El Barino Shah SH (Golkar), Rommi Van Boy (Golkar), Datuk Iskandar Muda (PKS), Zulham Efendi (PKS) dan Lailatul Badri (PKB). Juga hadir Plh Kadis SFABMBK Gibson Panjaitan, Sekretari Willy dan sejumlah stafnya. (R02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News