Senin, 05 Oktober 2026

Din Syamsuddin : Indonesia Pernah Jadi Role Model Kerukunan Umat Dunia

Administrator - Kamis, 07 Desember 2017 02:32 WIB
Din Syamsuddin : Indonesia Pernah Jadi Role Model Kerukunan Umat Dunia

TARUTUNG | SUMUT24

Baca Juga:

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin menegaskan, derajat kerukunan umat beragama di Indonesia masih sangat baik.

Bahkan pada tahun 1990-an Indonesia masih menjadi role model kerukunan di dunia karenanya hal tersebut harus dipertahankan.

Untuk mewujudkan semua itu, lanjutnya, pihaknya terus melakukan kunjungan silahturahmi ke simpul-simpul umat beragama yang besar di antaranya Kantor GPI, Walubi, Matakin dan Parisada Hindu Dharma.

Kali ini, ia bersilaturahmi ke HKBP Pearaja Tarutung, Taput Sumut sekaligus menghantarkan sahabatnya baiknya Politisi senior Anggota DPR RI Effendi MS Simbolon pulang kampung.

“Silahturahmi dan dialog antar agama ini sangat penting, bukan untuk membeda-bedakan satu agama dengan agama yang lain tetapi mencari persamaan. Kita berbeda, mari kita hidup berdampingan secara damai di Indonesia yang majemuk karena meski kita berbeda kita tetap bersaudara,” katanya disela kunjungan di komplek HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut, Selasa (5/12).

Kunjungan ini, kata Din Syamsuddin, dalam rangka bersilahturahmi antara pimpinan umat Kristen Batak Protestan yang bertujuan untuk menguatkan kerukunan antara umat beragama.

Diakuinya, diantara umat beragama yang sering “bermasalah” adalah antara Islam dengan Kristen dan itu terjadi dikelompok minoritas.

Ini disebabkan karena kedua agama tersebut berasal dari rumpun yang sama yakni Ibrahim As yang lewat halus istri Siti Hajar lahir Ismail dan Nabi Muhammad (Islam) dan Siti Sarah melahirkan keturunan Yahudi dan Nasrani.

Biasanya, orang yang lahir dari keturunan yang sama sering berantam namun dirinya tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai justifikasi. Jika ada masalah antar agama, marilah kita rajut kerukunan dari lingkaran Islam dan Kristiani.

“Dialog agama tidak melewati kebaktian peribadatan masing-masing agama. Dalam Islam, bagimu agamamu dan bagiku agamaku maka dari itu seyogyanya mari kita menggembirakan perayaan upacara hari besar masing-masing tapi tetapi tidak perlu melewati peribadatan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan HKPB Ephorus Dr Darwin Lumban Tobing mengatakan, HKBP sangat mengapresiasi atas kehadiran Din Syamsuddin. Yang dirinya ketahui, beliau adalah pemersatu kerukunan umat beragama secara nasional yang dipercaya oleh Presiden Joko Widodo.

“HKBP selalu menjalankan silahturahmi dengan agama Islam dan agama lainnya. Memang agama Kristen dan agama Islam berbeda tetapi perbedaan jangan yang dicari-cari tetapi mencari persamaan agar terjadi kerukunan di NKRI ini,” ucapnya.

Anggota DPR RI Effendi MS Simbolon mengapresiasi tinggi kehadiran dari Din Syamsuddin. Apalagi, kita bisa melihat toleransi antara umat beragama dan etnik di Indonesia yang sangat tinggi.

“Sumut ini bisa menjadi role model untuk di Indonesia terkait telorensinya. Dengan adanya dialog ini tentunya akan memberikan kekondusifan, keharmonisan dan nantinya perbedaan tidak akan memecahbelah kan persatuan NKRI,” tandasnya. (W07)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Statuta Dipersoalkan, IKA FDK UIN SU Tetap Tolak Pengukuhan Forum Alumni
Respon Pengaduan Call Center 110,Tim Macan Amankan Dua Remaja Terkait Tawuran di Maden Lama
Dari Tanah Suci hingga Medan, PAS Kobarkan Semangat Persaudaraan di HUT ke-81 TNI
3 Ekskavator Dibakar, Kapolda Sumut Brigjen Sonny Irawan Pernah Turun Langsung Tindak PETI Madina-Tapsel, Kini Kotanopan Menanti Ketegasan
KP Norman Pertanyakan Rocky Gerung Jadi Wantimpres: Rekam Jejak Kritik terhadap Kekuasaan Disorot
Menyambut Hari Batik Nasional 2026, JNE Dukung Kolaborasi MANDALAS dengan Yayasan Habibie & Ainun
komentar
beritaTerbaru