Kembalikan Marwah Partai Ka'bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Medan|SUMUT24 Ketua Pendiri Cinta Tanah Sumatera, Iskandar Sitorus, mengungkapkan
Baca Juga:
Budaya kerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) sejak menjadi Kementerian idealnya harus berubah total diseluruh lini, jangan lagi bermental seperti dulu yang kerap di bawah tekanan baik dari pemerintah daerah maupun kepentingan mafia pengguna jaringan oknum BPN itu sendiri.
Hal ini ditegaskanKetua Pendiri Cinta Tanah Sumatera, Iskandar Sitorus.
“Khususnya di Sumatera Utara yang memiliki potensi konflik pertanahan yang luar biasa besar, maka seharusnya potensi pejabat yang mengemban posisi Kakanwil Sumut saat ini kebetulan dilingkungan Kementerian Agraria Tata Ruang/BPN yang dikenal sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN) mumpuni serta mampu menata-keloka pertanahan di kota Surabaya,†ungkapnya, Rabu (4/1).
“Kakanwil BPK sumut saat ini sebaiknya sesegera mungkin menerapkan mental model tata kelola yang lebih baik lagi dari Surabaya tersebut. Jangan malah potensi yang dimiliki Kanwil malah mati hanya karena semakin solidnya mafia tanah yang jahat sementara ASN Kanwil justru tidak berbudaya kerja yang lebih baik dari semula,†sambungnya.
Selain itu, lanjut Iskandar, Kakanwil harus mampu menegakkan persamaan hak setiap para pihak didepan hukum terkait HGU PTPN II, agar selaras seperti yang ditetapkan oleh Panitia Kerja (Panja) Penegakan Hukum Komisi III DPR RI.
“Jangan sampai kinerjanya yang sudah teruji di Surabaya, Jawa Timur disimpangkan dengan cara dipolitisir oleh kelompok jahat yang ingin memperkaya segelintir pengusaha semata. Itu akan membahayakan Kanwil BPN Sumut lho,†jelasnya.
Menurutnya, salahsatu kasus yang diduga kuat terjadi dengan cara melawan hukum adalah tindakan pengelolaan lahan milik negara berstatus HGU PTPN II di Kebun Limau Mungkur, Afdeling V di Dusun IV Tungkusan, Desa Tadukanraga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.
“Masa tanah itu kini bisa beralih fungsi menjadi perumahan PT. Granit Indah Residence (GIR) yang dklaim untuk menjadi perumahan karyawan perusahaan penerbangan Lion Air. Diduga pula Bank Tabungan Negara (BTN) yang sebagian sahamnya milik negara menjadi pendana pembangunannya. Bisa-bisa Bank itu akan bermasalah hukum,†beber Iskandar.
Apalagi, dikatakan Iskandar, belakangan muncul kesan bahwa mulusnya pengelolaan lahan oleh pengembang perumahan itu terindikasi melibatkan oknum ASN di Kantor Kementerian ATR/BPN Deliserdang.
“Cap itu terjadi karena terlihat ada upaya mengganjal perlawanan pihak PTPN II untuk mengadukan permasalahan ini ke pihak berwajib. Apalagi hingga kini hasil pengukuran atas tapalbatas antara tanah masyarakat dengan perkebunan yang dilakukan BPN Deliserdang disaksikan oleh sejumlah pejabat PTPN II yang membidangi pertanahan juga disaksikan petugas kepolisian dari Polres Deliserdang namun belum kunjung diserahkan kepada pihak PTPN II.
Selain itu, tidak diserahkannya surat ukur itu seperti menjadi pembenar kecurigaan terhadap terbitnya 2 Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 894 dengan nomor surat ukur 326 untuk lahan seluas 1576 meter persegi tertanggal 23 Nopember 2015 dan SGM nomor 897 dengan nomor ukur 319 dengan luas tanah 1539 meter persegi tertanggal 27 November 2015 karena kalau dilihat dari titik koordinat HGU PTPN II yang dijadikan sebagai lokasi perumahan PT. GIR masih berstatus HGU sesuai dengan surat nomor 95 tahun 2003 yang diperpanjang hingga 2028.
Idealnya, sambungnya, memang Kanwil melakukan pengukuran ulang secara total atas HGU PTPN II agar kemudian persoalan-persoalan hukum tidak semakin bertambah. Pengukuran ulang itu juga nantinya berguna untuk menginventarisir persoalan hukum yang ada sekaligus untuk membantu Kanwil ATR/BPN untuk menginventarisir para penggarap tanah yang dilakukan secara baik yakni tidak terkait dengan kejahatan.
“Inventarisir terkait penggarap yang baik diatas HGU PTPN II yang sudah sangat rasional dialokadikan untuk menjadi bahagian dari perkembangan pemukiman penduduk karena populasi merupakan langkah adil, karena terbukti juga bahwa lahan HGU itu sudah banyak dialokasikan pemerintah pusat untuk kepentingan lain seperti bandara, pergudangan, militer, polisi dan lainnya†paparnya.
Penggunaan kewenangan Kanwil Kementerian ATR/BPN bagi CTS sangat sesuai dengan usulan kami ke Menteri BUMN yakni “Tata Kelola Persoalan Diatas HGU PTPN II Dan Atau Eks HGU PTPN II Dengan Model Izin Penggunaan Lahan Yang Bisa Dicatatkan PTPN II (Atau Pihak Berwenang Setelahnya/Lainnya) Sebagai Sesuatu Pendapatan Lain-Lain Yang Bersifat Non Operasional.
“Semoga saja Bapak Kakanwil dan jajarannya bisa bersih-bersih dari perilaku jahat oknum dikantornya serta kelompok mafia tanah sehingga kinerja mereka bisa memberi rasa adil bagi PTPN II, Pemda dan masyarakat penggarap yang baik. Jangan sampai perilaku jahat malah mencoreng nilai positif yang selama ini sudah mereka raih,†pungkas Iskandar.(rel)
Kembalikan Marwah Partai Ka&039bah, DPC PPP Medan Targetkan Kembali Raih Kursi Parlemen
News
Proyek Bahu Jalan Paya Gambar Disorot Debu Bertebaran, Tanpa Plank Proyek
News
Adik Wawako Medan Jadi Kadiv Propam Polri, CEO Sumut24 Group Nazly Putra Terbaik Sumut
News
Ikanas Sumut Prihatin Binsar Nasution Jadi Korban Kriminal, Minta Polisi Usut Tuntas
News
Adik Kandung Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Irjen Mahmud Nazly Harahap Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport
VANDUNG Sebanyak 25 advokat baru resmi diangkat oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) di wilayah huk
Hukum