Danyon Armed 2/105 Kilap Sumagan Terima Kunjungan Silaturahmi CEO Sumut24 Group dan Ketua JMSI Sumut
DELI SERDANG Komandan Batalyon Armed 2/105 Kilap Sumagan, Letkol Arm Rogery Thega, S.I.P., M.M., M.Han., menerima kunjungan silaturahmi
News
Medan – www.sumut24.co
Baca Juga:
Kesehatan masyarakat, termasuk calon bayi yang berada dalam kandungan seorang ibu juga menjadi fokus perhatian Wali Kota Medan Bobby Nasution saat ini. Sebab, orang nomor satu di Pemko Medan ini berupaya keras untuk mencegah, meminimalisir sekaligus menekan angka stunting di Kota Medan. Berdasarkan penjelasan World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, 20 persen stunting terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Kondisi itu terjadi karena asupan sang ibu selama hamil kurang bergizi sehingga nutrisi yang diterima bayi juga berkurang.
Menyikapi hal itu, menantu Presiden RI Joko Widodo ini pun berupaya memaksimalkan sumber daya melalui jajaran di lingkungan Pemko Medan guna memperkuat penanganan stunting. Bobby Nasution menginstruksikan seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan untuk saling berkolaborasi. Bahkan, menegaskan untuk menghapus paradigma lama yang selama ini beranggapan penanganan stunting menjadi tanggung jawab OPD terkait.
“Hapus anggapan lama yang menganggap OPD ini atau itu tidak berkaitan langsung. Saya tidak ingin lagi mendengar anggapan seperti itu. Sebab, terjadinya stunting ini dipengaruhi beragam faktor, bukan hanya dari sisi kesehatan atau medis saja, tapi juga karena faktor ekonomi dan kondisi lingkungan tempat tinggal keluarga. Untuk itu, semua OPD harus saling berkolaborasi,†kata Bobby Nasution beberapa waktu lalu.
Masa 1000 hari pertama kehidupan anak, menjadi poin penting yang ditekankan Bobby Nasution kepada jajaran di lingkungan Pemko Medan. Sebab, di 1000 hari pertama, anak belum dapat memilih makanan sendiri sehingga asupan makanannya bergantung pada kondisi ekonomi orang tua dan lingkungan tempat tinggalnya. Kondisi itu lah yang menjadi dasar semua OPD harus berkolaborasi dan ikut berkontribusi dalam mengatasi masalah tersebut.
“Bahkan, selain OPD, jajaran kecamatan dan kelurahan serta kepling juga harus ikut dalam penanganannya agar berjalan lebih optimal. Saya ingin, ke depannya di seluruh kecamatan dan kelurahan mendata dengan lengkap anak-anak yang alami stunting. Begitu juga dengan pekerjaan orang tua dan kondisi tempat tinggal mereka apakah layak huni atau tidak. Data seperti ini harus diketahui dan capaian targetnya bisa lebih jelas juga terarah. Ketika saya tanyakan nanti, semua data-data itu harus ada,†tegasnya.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) Dr Drs Zulfendri MKes mengatakan, terkait penanganan stunting dalam kajian kebijakan, perlu diidentifikasi siapa yang menjadi stakeholder dalam permasalahan tersebut. Namun Zulfendri menyampaikan apresiasinya kepada Bobby Nasution, sebab langkah yang dilakukan dengan meminta langsung OPD terkait untuk terlibat dalam penanganan stunting dinilai sangat tepat.
“Begitu pun, kita dihadapkan dengan regulasi. Sebab, jangan sampai nanti masing-masing OPD yang dimaksud terbentur. Artinya, regulasi harus jelas karena setiap OPD akan mengeluarkan anggaran dalam jumlah besar untuk penanganan stunting. Karena tentu kita berharap, jangan sampai hanya sebatas komitmen saja,” ujar Zulfendri.
Untuk penanganan stunting, lanjut Zulfendri, butuh sinkronisasi. Artinya, jangan sampai yang bekerja hanya Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB). Sebab, pelayanan kesehatan dan intervensi kesehatan berada di Dinkes, sementara faktor pendukung seperti intervensi lingkungan misal MCK, rumah sehat atau bersih adanya di Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Kalau arahan, instruksi dan upaya yang dilakukan Pak Wali itu sudah sangat benar. Tapi, bagaimana implementasi dari instruksi itu dijalankan serta regulasi sehingga sinkronisasi atau kolaborasi antar OPD bisa berjalan dalam penanganan stunting. Kalau ada sinkronisasi dan pedomannya, saya optimis masalah stunting di Kota Medan ini bisa cepat selesai,” paparnya.(rel/w04)
DELI SERDANG Komandan Batalyon Armed 2/105 Kilap Sumagan, Letkol Arm Rogery Thega, S.I.P., M.M., M.Han., menerima kunjungan silaturahmi
News
sumut24.co MedanPemko Medan bergerak cepat merespons rumor yang beredar di media sosial terkait dugaan pelanggaran kode etik oleh salah sa
kota
sumut24.co MedanKetua Kordinator Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Muhammad Edison (ME) Ginting mendorong Pemerintah Kota Medan memper
kota
Asahan sumut24.co Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H. menerima Piagam Penghargaan dari Kepala Kepolisian Negara Republ
News
Perkuat SDM Industri Sawit, Direktur PalmCo Arya Sandhiyudha Daftar Kuliah Magister ITSI
kota
KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Dugaan Korupsi Kembali Seret Kepala Daerah
News
Pemkab Solok Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Teken MoU dengan Kemenag dan Pengadilan Agama
News
BLITAR, SUMUT24.CO Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan zi
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pesta Oang Oang ( suka cita ) di peringati setiap tahunnya di kabupaten Pakpak Bharat, giat tersebut di gelar di
News
sumut24.co MEDAN, Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengungkap kas
kota