MEDAN | SUMUT24
Dinas Pendidikan Sumut sejauh ini sudah menerima semua inventaris, aset dan seluruh data SMA/ SMK kabupaten, kota. Hanya saja, untuk penggajian masih dilakukan di kab/kota. “Bukan di propinsi dan soal pengajian para guru tersebut, sepenuhnya masih pemkab dan pemko yang mengaji,” kata Plt Disdiksu Arsyad Lubis pada wartawan, kemarin melalui Kabid Dikmenti Hamidah Pasaribu.
Hamidah menambahkan, pada Januari 2017 baru semua betul-betul pindah ke propinsi. Termasuk pengajian, katanya.
“Nah, jika ada daerah yang mengaji guru SMA/SMK dengan dana BOS itu mustahil sekali. Karena peruntukkan dana BOS sudah jelas. Guru masih digaji di kab/kota masing-masing, belum ada yang berubah, hanya aset dan data saja yang pindah duluan,” katanya.
Dengan efektifnya SMA/SMK pindah bulan Januari ini, seiring dengan pindahnya Kabid Pendidikan Non Formal, Informal dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan PLS ke kabupaten/ kota.
“Semua bidang pendidikan dasar dan PAUD pindah ke Medan semua. Di propinsi hanya SMA dan SMK saja,” jelas Yusri salah seorang staf di Disdiksu.
Bagaimana kesiapan Dimenti, Yusri yakin semua dapat di atasi. karena sudah banyak pelatihan dan pendidikan yang diikuti mereka-mereka yang kelak akan mengurusi SMA dan SMK.
Untuk menambah personil, mungkin saja. Karena akan banyak pekerjaan nantinya, pungkas Yusri. (R.05)
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News