Senin, 27 Juli 2026

Hasban Lepas Napak Tilas Hari Pahlawan

Administrator - Senin, 14 November 2016 04:04 WIB
Hasban Lepas Napak Tilas Hari Pahlawan

MEDAN | SUMUT24 Sekretaris Daerah Sumatera Utara Hasban Ritonga, SH melepas keberangkatan napak tilas dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November Provinsi Sumatea Utara, Sabtu (12/11) sore di halaman Kantor Gubsu, Medan.

Baca Juga:

Menjalani rute sepanjang 21 km, sebanyak 600 peserta napak tilas berjalan kaki pada malam hari mengikuti rute perjuangan Datuk Sunggal saat melawan penjajah.

Kegiatan napak tilas memperingati Hari Pahlawan tersebut diikuti oleh 600 peserta terdiri dari unsur organisasi kepemudaan, instansi pemerintah, TNI, POLRI, BUMN/BUMD, pencinta alam, organisasi sosial, karang taruna, pramuka dan pelajar. Peserta menempuh rute perjuangan Datuk Badiuzzaman Sri Indera

Pahlawan Surbakti atau akrab dengan sebutan Datuk Sunggal. Memulai start dari halaman Mesjid Raya Datuk Badiuzzaman yang letaknya persis di samping Kantor PDAM Tirtanadi Sunggal. Peserta menempuh rute 21 km hingga finish di Halaman Polres Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin Binjai.

Setelah dilepas di halaman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, peserta diberangkatkan menuju lokasi titik awal start Napak Tilas di Halaman Mesjid Datuk Badiuzzaman Sunggal. Sebelum melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, digelar berbagai kegiatan seperti sarasehan, pelombaan lagu-lagu perjuangan dan puisi [erjuangan. Kegiatan tersebut untuk menumbuhkan dan mengobarkan semangat perjuangan dan sportifitas.

Sekda pada kesempatan itu berpesan agar peserta napak tilas menjaga kekompakan dan kebersamaan serta mengutamakan ketertiban dan keamanan.

Datuk Badaiuzzaman adalah Raja Sunggal yang memimpin Perang Sunggal hingga 25 tahun sejak tahun 1872 yang tercatat sebagai salah satu perang terlama dalam perjuangan melawan penjajah di tanah air.

Perang ini adalah perjuangan rakyat Sunggal dalam mempertahankan tanah tumpah darahnya dari penguasaan tangan penjajahan Belanda. Wilayah Sunggal (Serbanyaman) yang sangat subur ketika itu ingin dikuasai oleh perusahaan perkebunan Belanda untuk ditanami tembakau. Penguasaan itu tanpa seizin raja dan rakyat Sunggal sehingga timbullah peperangan.

Perang ini merupakan salah satu perang yang terbesar sehingga pemerintah HindiaBelanda harus mengeluarkan ‘Medali Khusus’ untuk menghargai para pemimpin perang ini dari pihak mereka. Hal itu diketahui dari catatan yang terdapat di Museum KNIL, Bronbeek (Belanda).(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ribuan Warga Padati Reses Anggota DPRD Kota Medan Antonius Tumanggor, Persoalan Banjir hingga Lampu Jalan Jadi Sorotan Utama
Jelajahi Pesona Simalungun di PRSU 2026, Kenalkan Deretan Destinasi Wisata Andalan
Balerong Silek Tuo Jadi Momentum Kebangkitan Warisan Budaya Minangkabau.
Sidak Ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kadis Kesehatan Labuhanbatu Silahkan Tenaga Medis "Hengkang" Jika Tidak Bisa Bekerjasama
Bupati Taufik Hadiri Pembukaan Rakerda PAN Asahan, Tekankan Sinergi Demi Kemajuan Daerah Menuju Pemilu 2029
Ketum TMI Don Muzakir: Diklat Tani Merdeka Sumatera I Siapkan Kader Penggerak Swasembada Pangan dan Dukung Program MBG
komentar
beritaTerbaru