Tata Cara Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 melalui SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
MEDAN | SUMUT24 Sekretaris Daerah Sumatera Utara Hasban Ritonga, SH melepas keberangkatan napak tilas dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November Provinsi Sumatea Utara, Sabtu (12/11) sore di halaman Kantor Gubsu, Medan.
Baca Juga:
Menjalani rute sepanjang 21 km, sebanyak 600 peserta napak tilas berjalan kaki pada malam hari mengikuti rute perjuangan Datuk Sunggal saat melawan penjajah.
Kegiatan napak tilas memperingati Hari Pahlawan tersebut diikuti oleh 600 peserta terdiri dari unsur organisasi kepemudaan, instansi pemerintah, TNI, POLRI, BUMN/BUMD, pencinta alam, organisasi sosial, karang taruna, pramuka dan pelajar. Peserta menempuh rute perjuangan Datuk Badiuzzaman Sri Indera
Pahlawan Surbakti atau akrab dengan sebutan Datuk Sunggal. Memulai start dari halaman Mesjid Raya Datuk Badiuzzaman yang letaknya persis di samping Kantor PDAM Tirtanadi Sunggal. Peserta menempuh rute 21 km hingga finish di Halaman Polres Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin Binjai.
Setelah dilepas di halaman Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, peserta diberangkatkan menuju lokasi titik awal start Napak Tilas di Halaman Mesjid Datuk Badiuzzaman Sunggal. Sebelum melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, digelar berbagai kegiatan seperti sarasehan, pelombaan lagu-lagu perjuangan dan puisi [erjuangan. Kegiatan tersebut untuk menumbuhkan dan mengobarkan semangat perjuangan dan sportifitas.
Sekda pada kesempatan itu berpesan agar peserta napak tilas menjaga kekompakan dan kebersamaan serta mengutamakan ketertiban dan keamanan.
Datuk Badaiuzzaman adalah Raja Sunggal yang memimpin Perang Sunggal hingga 25 tahun sejak tahun 1872 yang tercatat sebagai salah satu perang terlama dalam perjuangan melawan penjajah di tanah air.
Perang ini adalah perjuangan rakyat Sunggal dalam mempertahankan tanah tumpah darahnya dari penguasaan tangan penjajahan Belanda. Wilayah Sunggal (Serbanyaman) yang sangat subur ketika itu ingin dikuasai oleh perusahaan perkebunan Belanda untuk ditanami tembakau. Penguasaan itu tanpa seizin raja dan rakyat Sunggal sehingga timbullah peperangan.
Perang ini merupakan salah satu perang yang terbesar sehingga pemerintah HindiaBelanda harus mengeluarkan ‘Medali Khusus’ untuk menghargai para pemimpin perang ini dari pihak mereka. Hal itu diketahui dari catatan yang terdapat di Museum KNIL, Bronbeek (Belanda).(W03)
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 untuk se
Info
BANDA ACEH Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, yang diduga melarang wartawan melakukan peliputan di sekolah penerim
News
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka MTQ keXXV di Palopat Pijorkoling, 243 Finalis Siap Bersaing
News
Perayaan Waisak 2570 BE di Candi Bahal I Berlangsung Khidmat, Wabup Paluta Ajak Rawat Kerukunan
Umum
MTQ XIV Paluta Resmi Dibuka, Bupati Reski Basyah AlQur&rsquoan Harus Jadi Benteng Generasi dari Narkoba hingga Judi Online
Umum
Pj Sekda Madina Soroti Pentingnya Akhlak Saat Hadiri Penamatan Santri Ma&rsquohad Darul Azhar
kota
Festival Rondang Bulan Pecah! Bupati Madina Saipullah Nasution dan Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis Kompak Dorong Anak Muda Lestarikan Budaya
kota
Polres Tapsel Turun Tangan Pasca Blackout PLN, Warga Diminta Tetap Tenang dan Jangan Sebar Hoaks
kota
Tak Beri Ruang Narkoba! Polres Padangsidimpuan dan Warga Sidangkal Gelar GSN, Bong Dibakar
kota
Blackout Sumbagut, Polres Padangsidimpuan Turun Patroli Tengah Malam Jaga Kondusivitas Kota
kota